PEMBERLAKUAN BIAYA UJIAN MAGANG UNTUK MAHASISWA JALUR MANDIRI FIB

 158 kali dilihat

MALANG-KAV.10 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) adalah salah satu fakultas yang masih memberlakukan aturan biaya ujian magang untuk mahasiswa jalur mandiri. Sosialisasi dan informasi yang minim menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan mahasiswa. 

Mantan Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Fakultas Ilmu Budaya (Wadek II FIB UB periode 2018-2022), Esti Junining saat diwawancarai awak Kavling10 pada (3/11) menegaskan bahwa aturan biaya ujian yang diberlakukan di FIB adalah kebijakan dari universitas yang sudah ada sejak lama, tepatnya saat awal mula jalur mandiri SPMK UB diadakan. Aturan tersebut kemudian berkembang dan diwadahi dalam Peraturan Rektor (Pertor) No. 42 tahun 2022 pasal 11 tentang tarif layanan pendidikan. 

Dalam Pertor tersebut dijelaskan bahwa mahasiswa jalur mandiri termasuk dalam kategori mahasiswa yang tidak ditanggung biayanya oleh universitas. Biaya yang tergolong tidak ditanggung oleh pihak kampus seperti biaya yang bersifat pribadi, biaya pelaksanaan KKN, biaya asrama, dan kegiatan pembelajaran serta penelitian yang dilaksanakan secara mandiri.

Biaya ujian magang yang dibayarkan sebesar seratus ribu rupiah oleh mahasiswa jalur mandiri FIB UB, Esti menjelaskan biaya tersebut dialokasikan untuk pembiayaan dosen luar biasa (expertise, RED.) untuk terlibat dalam ujian KKN-Magang. “Jadi di ujian KKN-Magang itu kan pembimbing tidak hanya dari dosen tetap saja namun bisa jadi dari dosen luar biasa. Misal di FIB kita biasa mengundang praktisi penerjemah sebagai dosen luar biasa dan biasanya terlibat dalam ujian KKN. Jadi bayaran itu untuk membiayai dosen luar biasa tersebut,” tegas Esti.

Di lain sisi, beberapa mahasiswa FIB yang terkena aturan biaya magang menilai bahwa aturan tersebut merupakan sebuah bentuk ketidakadilan fakultas kepada mahasiswa jalur mandiri. Informasi yang diberikan oleh fakultas terkait aturan biaya ujian magang ini dirasa tidak jelas sehingga menciptakan kebingungan dan simpang siur. Hal tersebut diakui para mahasiswa karena minimnya sosialisasi serta informasi terkait aturan yang diberlakukan. 

Esti menerangkan bahwa sosialisasi terkait biaya ujian magang telah dilakukan saat PKKMABA, di mana seluruh sistem keuangan telah dijabarkan sepenuhnya. Namun, sosialisasi lanjutan tidak dilakukan kembali kepada mahasiswa dengan alasan karena aturan tersebut sudah berlangsung sejak lama di FIB dan bukan merupakan keputusan baru sehingga sudah bersifat otomatis seperti itu.

Aturan terkait biaya magang memiliki kebijakan yang berbeda-beda setiap tahunnya. Namun untuk saat ini, aturan biaya ujian magang di FIB masih tetap diberlakukan karena dari pihak fakultas menerangkan bahwa mereka hanya menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan. Selain itu, pihak fakultas sendiri merasa tidak pernah mendengar serta menerima keluhan dari mahasiswa terkait aturan biaya ujian magang. 

“Tapi ya itu (aturan, RED.) bukan berarti harga mati ya, masih bisa dinegosiasi dan dibahas untuk semester berikutnya. Kemarin saya juga sudah diskusi dengan dekan yang baru untuk kita hentikan saja.” tutup Esti. 

Penulis: Husnul Khotimah dan Adilah Diva Larasati

Editor: Mahesa Fadhalika Ninganti

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.