TANPA PERTOR, MAKO UB TINDAK PARKIR LIAR

 371 kali dilihat

MALANG–KAV10 Kebijakan demi kebijakan dilakukan rektorat guna menyiasati kepadatan kendaraan di wilayah Universitas Brawijaya. Melalui satuan Markas Komando (Mako) Keamanan UB, penertiban parkir kendaraan dilakukan dengan memberikan sanksi berupa penggembokan atau pengempesan ban bagi kendaraan yang parkir liar di area kampus.

Kepala Markas Komando (Mako) Keamanan UB Mohammad Najmuddin saat diwawancarai awak Kavling10 (24/10) menegaskan bahwa meskipun Pertor yang mengatur mengenai kebijakan parkir tersebut belum turun, kendaraan yang parkir sembarangan di kampus akan tetap ditindak. Menurutnya, parkir tidak pada tempatnya itu secara sosial perilaku yang salah dan mengganggu kenyamanan bersama. 

Najmuddin menerangkan, mahasiswa yang sembarangan parkir di sekitar lingkungan kampus sudah melanggar keamanan dan ketertiban bersama, sehingga mereka berhak untuk dihukum meski acuan dasar hukumnya belum diresmikan. “Kalau ditanya Pertornya mana, gak perlu ada Pertor. Secara sosial udah salah, mengganggu kenyamanan. Parkir gak pada tempatnya ya salah,” tegasnya. 

Penertiban parkir ini pun bukan dilaksanakan tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Selama dua pekan pertama perkuliahan luring pada semester ini, petugas Mako UB telah melakukan penjagaan di titik-titik yang dilarang untuk parkir, seperti di sekitar Teknik Industri, Biologi, Gedung Graha Sainta, serta tempat-tempat lainnya. Itu bentuk sosialisasi dari Mako UB untuk seluruh civitas agar tidak parkir di pinggir jalan. 

Meskipun begitu, baik karena keterbatasan lahan parkir maupun keinginan pengguna agar kendaraan berada sedekat mungkin dengan gedung fakultasnya, pelaku parkir liar masih marak ditemukan. Sehingga, sanksi berupa penggembokan ataupun pengempesan ban mesti terus dilakukan.

Tak hanya itu, Mako pun sebenarnya juga dirugikan dari penindakan parkir liar di lingkup Universitas Brawijaya, karena banyaknya gembok yang tidak kembali bahkan dirusak sebagian mahasiswa. “Tandanya kan kalau gitu mereka gak sadar. Kalau ingin benar, ya ke sini (Korps Mako, RED.), tanya kenapa digembok,” jelas Najmuddin.

Ia pun menekankan bahwa sanksi penggembokan atau pengempesan ban kendaraan ini tidak hanya berlaku bagi mahasiswa saja. Objek pelaksanaan peraturan tersebut adalah seluruh masyarakat di Universitas Brawijaya.

Apabila Pertor yang baru telah diresmikan, Najmuddin menambahkan, para pelaku parkir liar akan dikenai maksimal tiga kali peringatan. Pertama, kendaraan akan digembok dan dapat diambil kembali pada pukul sepuluh malam. Lalu, kendaraan akan digembok dan pelaku dituntut untuk melakukan kerja sosial. Terakhir, kendaraan akan digembok, tidak boleh diambil selama satu semester, atau tidak diizinkan membawa kendaraan lagi di lingkungan Universitas Brawijaya. 

Komandan Markas Komando (Mako) Keamanan UB itu juga mengimbau untuk seluruh sivitas akademika Universitas Brawijaya agar memanfaatkan lahan parkir yang telah disediakan. Sebab menurutnya, semua kantong-kantong parkir yang ada di UB adalah milik semua sivitas. “Tidak ada pengkhususan-pengkhususan untuk fakultas. Semuanya bisa memakai tempat parkir mana saja yang ada di Universitas Brawijaya,” pungkasnya.

Penulis: Salsabila Raihani
Kontributor: Aurora Renjani Kirana
Editor: Alifiah Nurul Izzah

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.