KOMISI IV DPM FISIP MENYATAKAN ADANYA DUGAAN KEKERASAN SEKSUAL DI IGD

 188 kali dilihat

MALANG-KAV.10 Aurelia Khadijah, selaku Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya mengonfirmasi adanya dugaan kekerasan seksual pada rangkaian program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Serenata Kisah Jingga, Invasi Golongan Doyan Dendang (IGD), Jumat (16/09). Hal tersebut disampaikannya pada awak Kavling10 pada Minggu (02/10) lalu melalui aplikasi pesan Whatsapp.

“Untuk kasus KS (kekerasan seksual, RED.) pada acara kemarin sudah dilaporkan oleh pelapor kepada pihak tim ULTKSP,” terang Aurelia. Lebih lanjut lagi, ia menyampaikan bahwa DPM akan turut mengawal kasus tersebut. “Dari teman-teman DPM sendiri yang juga akan melakukan pengawalan terhadap kasus ini,” jelasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Guido Seno Danarto, sebagai Ketua Umum DPM FISIP UB, menyatakan belum ada laporan masuk terkait adanya dugaan kekerasan seksual. Akan tetapi, baru berselang satu hari Aurelia mengonfirmasi adanya kekerasan seksual pada pelaksanaan program kerja tersebut.

Pihak DPM belum mencantumkan perihal adanya dugaan tindak kekerasan seksual pada rilis pres sebelumnya, karena belum menerima laporan tersebut. Dan sampai kini, belum ada juga rilis pers dari DPM FISIP setelah menerima laporan terkait.

Dalam wawancaranya (30/09), Seno menyatakan akan menyebarkan secara luas dugaan kekerasan seksual tersebut. Akan tetapi, hal tersebut baru dapat dilakukan setelah kasus itu usai ditangani. “Itu akan dipublikasikan jika kasusnya selesai dan sudah mendapatkan penanganan yang tepat dari pihak-pihak yang sudah ditentukan produk-produk hukum, seperti UU advokasi dan lain-lain,” lanjut Seno kemudian.

Selain itu, Seno menerangkan, DPM juga akan mempertimbangkan keputusan korban untuk mempublikasikan kasus tersebut atau tidak. “Nantinya juga dengan concern (kesepakatan, RED.) korban atau dari pelapor untuk dipublikasikan atau tidak, menyangkut juga dengan korbannya nyaman untuk diceritakan atau tidak untuk kasusnya, seperti itu,” jelasnya.

Sebelumnya, DPM FISIP menjatuhi sanksi pada BEM FISIP karena pelaksanaan program kerjanya yang memberikan kesempatan pada pihak sponsor untuk menjual minuman beralkohol. Selain itu, juga adanya pelanggaran administrasi. Sanksi tersebut disampaikan dalam Surat Keputusan: Memorandum I melalui akun Instagram resmi DPM FISIP, tujuh hari lalu.

Penulis: Moh. Fajar Izzul Haq
Kontributor: Alda Silvia Fatmawati
Editor: Alifiah Nurul Izzah

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.