FAKTA KMS: GAS AIR MATA DITEMBAKKAN SAAT ESKALASI MASSA MEREDA

 228 kali dilihat

MALANG-KAV.10 Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) menyatakan bahwa gas air mata ditembakkan oleh aparat ketika eskalasi masa mulai mereda pada kejadian yang merenggut 131 korban meninggal dunia (data polisi) di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10) lalu. Hal tersebut mereka sampaikan pada konferensi pers hari Minggu (9/10) kemarin, secara daring melalui Zoom dan luring yang dilaksanakan di Rumah Maiyah Al-Manhal, Kota Malang.

KMS merupakan tim gabungan pencari fakta independen yang terdiri dari Lembaga Bantuan Hukum 1 (LBH) Surabaya, LBH Surabaya pos Malang, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Lokataru. Dalam konferensi pers tersebut, mereka menyampaikan beberapa poin temuan mereka.

Di antara temuan tersebut adalah adanya fakta gas air mata ditembakkan ke tribun justru ketika eskalasi massa mulai mereda. “Gas air mata ditembakkan justru setelah eskalasi massa mereda,” tutur perwakilan LBH Surabaya, Jauhar Kurniawan.

Jauhar juga menerangkan bahwa suporter yang turun ke lapangan dimaksudkan untuk memberi dukungan pada pemain, bukan melakukan tindak kekerasan, sebagaimana dijelaskan oleh pihak kepolisian. “Suporter yang turun ke jalan untuk memberi motivasi,” jelasnya.

Fakta yang lain yang ditemukan adalah adanya mobilisasi pasukan keamanan di pertengahan babak kedua. “Padahal tidak ada indikasi terjadinya kericuhan pada waktu itu,” terang perwakilan KontraS, Andi Rezaldi.

Ada tahapan yang dilanggar oleh pasukan keamanan. Andi menambahkan, tidak ada upaya dari aparat untuk melakukan pendekatan lain sebelum menembakkan gas air mata.

Haris Azhar, aktivis HAM, yang juga turut dalam konferensi pers tersebut juga menyampaikan bahwa dilanggarnya tahapan-tahapan, dapat dicurigai adanya kesengajaan. “Hal tersebut, mendorong kecurigaan kami adanya unsur kesengajaan untuk hasil buruk pada penonton,” ujarnya.

Dalam penyelidikannya, KMS mewawancara 24 saksi yang terdiri dari korban selamat dan keluarga korban. Daniel Siagian juga turut hadir sebagai perwakilan LBH Surabaya pos Malang dan Daywin dari Lokataru.

Penulis: Moch. Fajar Izzul Haq
Editor: Alifiah Nurul Izzah
Foto: Moch. Fajar Izzul Haq

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.