Ilustrasi: Kreatif Kavling 10.

MALANG-KAV.10 Eksekutif Keluarga Mahasiswa (EKM) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri melalui surat yang ditetapkan pada Selasa (21/06) memberhentikan secara tidak hormat salah satu pengurusnya, Dafa Rizqi Syamsuddin selaku Menteri Diplomasi. Berdasarkan Surat Keputusan No.045/Skep.i.1/EKM-UB/VI/2022, Dafa Rizqi Syamsuddin diberhentikan secara tidak hormat karena telah melakukan pelecehan seksual.

Peristiwa tersebut berawal dari laporan korban pada Jumat, (10/06) kepada Unit Pergerakan dan Perempuan Progresif EKM PSDKU UB. Laporan ini kemudian ditanggapi cepat dengan melakukan pertemuan bersama korban di hari berikutnya. Setelah mendengar kronologi dari korban, pada Minggu (19/06) EKM PSDKU UB mengundang pelaku untuk mendengar kronologi versinya.

Dalam pertemuan tersebut pelaku membantah tuduhan korban yang mengatakan ia telah melakukan kekerasan seksual. Ia mengaku bahwa peristiwa tersebut terjadi atas persetujuan korban. Ia juga menambahkan bahwa yang ia katakan merupakan suatu kejujuran tanpa menambah/mengurangi cerita.

Namun, pada saat disuruh menunjukkan bukti atas klaim ceritanya tersebut, pelaku tidak dapat menjawab. Penyataan pelaku justru semakin dipertanyakan karena menceritakan kronologi yang berbeda dari cerita sebelumnya saat ditanya kembali tentang kronologi peristiwa.

Pertemuan kembali dilakukan pada keesokan harinya dan pelaku masih bersikukuh bahwa tuduhan yang diceritakan korban adalah tidak benar. Kemudian salah satu Dirjen EKM PSDKU UB datang dalam pertemuan tersebut dan mengatakan bahwa kronologi versi pelaku adalah tidak benar. Hingga akhirnya pelaku mengakui kesalahannya dan mengatakan apa yang dituduhkan korban kepadanya adalah benar.

Peristiwa tersebut ditanggapi secara aktif oleh EKM PSDKU UB dalam bentuk pemberian sanksi tegas terhadap siapapun staf fungsionaris yang melakukan tindakan kekerasan seksual. Pihak EKM PSDKU UB pun bersikeras mengawal kasus ini, sekaligus menempatkan keberpihakan mereka kepada pihak korban yang dirugikan.

Penulis: Dwi Kurniawan
Editor: Moch. Fajar Izzul Haq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.