Ilustrasi: Alifiah Nurul Izzah

MALANG-KAV.10 Majelis Wali Amanat memilih Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med., Sc. sebagai rektor Universitas Brawijaya periode 2022-2027 pada sidang pleno tertutup pemilihan rektor di lantai 6 Gedung Rektorat, Sabtu (21/5). Berbeda dengan pemilihan calon rektor dari bakal calon rektor yang dilakukan secara voting, pemilihan rektor dari tiga calon terpilih dilakukan secara musyawarah mufakat.

Namun, perihal alasan utama terpilihnya Prof. Widodo, Prof. Muhadjir Effendy sebagai ketua Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya (MWA UB) tidak dibeberkan dengan jelas. Saat ditanya dalam konferensi pers pasca Sidang Pleno Pemilihan Rektor selesai dihelat, ia justru menjawab, “Pertanyaan sulit itu, ini kan masalahnya begini, ini kan dipilih satu dari tiga, beda dengan nikah, seandainya nikah saya pilih semua itu.”

Sejak menyandang status PTN-BH pemilihan rektor berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Anggota Majelis Wakil Amanat Universitas Brawijaya (MWA UB), yang berjumlah 17 anggota, memiliki persentase pemilihan sebesar 65% dan persentase pemilihan 35% dari Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Artinya, MWA memiliki suara mayoritas dalam pemilihan rektor.

Terlebih, mahasiswa tidak memiliki peranan yang besar dalam pemilihan rektor ini. M. Nurcholis Mahendra, Presiden Eksekutif Mahasiswa, menjadi satu-satunya perwakilan mahasiswa di MWA. Bahkan, hasil survei Departemen Penelitian dan Pengembangan Kavling10 mengatakan bahwa 76,9% mahasiswa tidak mengetahui pemilihan rektor sedang berlangsung. 

Setelah terpilihnya Prof. Widodo sebagai rektor, Prof. Muhadjir menekankan dilaksanakannya pelantikan. “Setelah itu (Pemilihan Rektor, RED.) pelantikan, secepatnya pelantikan,” ujarnya dalam konferensi pers.

Pada pemilihan tiga calon rektor dari enam bakal calon rektor, Prof. Widodo mendapat suara paling rendah dari dua calon rektor lainnya. Ia menempati posisi ketiga dengan perolehan 19 suara. Prof. Imam Santoso dari Fakultas Teknologi Pertanian, mendapat suara tertinggi dengan 29 suara, kemudian disusul oleh Prof. Unti Ludigdo dari vokasi yang mengantongi 27 suara.

Penulis: Moch. Fajar Izzul Haq

Editor: Alifiah Nurul Izzah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.