Potret Keenam Bakal Calon Rektor Bersama Rektor, Ketua dan Sekretaris SAU, Beserta Jajaran Panelis. Sumber: Alifiah Nurul Izzah

MALANG-KAV.10 Di tahun 2022 ini, masa jabatan Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS. dianggap selesai dalam beberapa bulan lagi. Pemilihan Rektor (Pilrek) tahun ini merupakan kali pertama untuk Universitas Brawijaya, semenjak menyandang status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) (18/10) silam.

Masih sama seperti Pilrek tahun 2018, di tahun ini Senat Akademik Universitas Brawijaya (SAUB) masih memegang andil yang besar untuk menyiasati juga mempersiapkan Pilrek untuk periode 2022-2027. Bedanya, saat ini SAUB tidak lagi menjadi pihak yang memegang penuh jalannya Pilrek, melainkan melalui Majelis Wali Amanah (MWA) pula.

Hal tersebut disebutkan dalam Pasal 31 ayat (1) dalam PP No. 108 Tahun 2021 tentang PTN-BH Universitas Brawijaya, yang menjelaskan bahwasannya MWA memiliki tugas dan wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan rektor. 

Jika dilihat dari linimasa proses Pilrek tahun 2022 kali ini, tugas SAUB hanyalah menentukan panitia SAUB, mengumumkan, mendaftarkan, serta menjaring bakal calon rektor yang akan terlibat dalam Pilrek periode 2022-2027. 

“Jadi, SAU itu merupakan perwakilan dari profesor dan yang non-profesor. Masing-masing fakultas itu, tiga profesor dan dua profesor”, ujar Prof. Dr. Ir. Ariffin, MS. selaku Ketua Panitia SAUB saat ditanyakan susunan panitia SAUB untuk Pilrek tahun ini oleh awak Kavling10 (19/04) lalu.

Ariffin juga menjelaskan perihal bagaimana suara untuk memilih rektor nantinya hanya akan dihitung jika anggota MWA dan SAUB hadir secara langsung di dalam sidang pleno. Hal itu ternyata benar dibuktikan ketika dilaksanakan sidang pleno penentuan tiga nama bakal calon rektor (21/04). Hanya sebanyak 91 dari 93 anggota SAUB yang dihitung sah surat suaranya, karena absteinnya dua orang anggota SAUB tersebut.

Hasil dari sidang pleno (21/04) kemudian melahirkan tiga buah nama calon rektor teratas untuk dipertimbangkan pihak MWA nantinya. Prof. Imam Santoso dari Fakultas Teknologi Pertanian dengan 29 suara, diikuti oleh Prof. Unti Ludigdo dari Fakultas Vokasi dengan 27 suara, dan Prof. Widodo dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang berhasil mendapatkan 19 suara. 

“Ketiga nama bakal calon itu kemudian akan diserahkan kepada MWA, dan selain itu, (sudah, red.) bukan wilayah saya, itu sudah (tanggung jawab, red.) MWA. Tinggal menunggu waktunya saja nanti dari MWA”, tutup Arifin dalam keterangannya kepada media saat menghadiri Sidang Pleno Kampanye Bakal Calon Rektor UB (19/04).

Penulis: Alifiah Nurul Izzah
Kontributor: Tita Tungga Dewi
Editor: Mahesa Fadhalika Ninganti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.