Ilustrasi: Kreatif Kavling10

MALANG-KAV.10 Berpedoman pada SE Rektor Nomor 2802/UN10/TU/2022 Tentang Perkuliahan Hybrid Semester Genap tahun Akademik 2021/2022, setiap fakultas kembali mengeluarkan kebijakan pelaksanaan perkuliahan setelah diadakannya Ujian Tengah Semester (UTS). Berbeda halnya dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang memutuskan untuk menjalankan perkuliahan secara daring hingga akhir semester.

Untuk mengetahui alasan kebijakan ini, saya berhasil mewawancarai Wakil Dekan Bidang Akademik FIB, Nanang Endrayanto. Beliau menyadari bahwasanya efektivitas perkuliahan daring dari segi interaktivitasnya memang jauh berbeda dibandingkan dengan perkuliahan tatap muka. Bahkan untuk menggantikan kegiatan pembelajaran tatap muka dirasa tidak bisa. Saya mengamininya. Perkuliahan daring selama ini memang kurang interaktif karena keterbatasan ruang geraknya. 

Namun, kembali lagi, Nanang menegaskan bahwa bagaimanapun keputusan perkuliahan daring dipertimbangkan atas mayoritas dari pilihan mahasiswa terhadap survei yang dibagikan. Pilihan tersebut didasari oleh beberapa hal, seperti mahasiswa yang sudah kembali ke domisilinya, masa sewa kos-kosan yang sudah habis, dan lain sebagainya sehingga tentu mustahil suatu kebijakan dapat memenuhi pilihan seluruh mahasiswa.

Sejalan dengan survei tersebut, saya mencoba mencocokannya dengan data yang saya peroleh dari Kaprodi Sastra Perancis, di mana sebanyak 64,9% dari 834 responden memilih pelaksanaan kelas hybrid/luring dilaksanakan di rumah. Artinya, sebanyak hampir 65% mahasiswa FIB memang memilih perkuliahan daring.

Nanang juga menuturkan bahwa survei tersebut diisi oleh mahasiswa yang sebelumnya memilih dan terdaftar mengikuti kelas hybrid/luring.

Saya skeptis. Merasa ada yang tidak beres terkait siapa yang mengisi survei itu, saya kemudian bertanya kembali untuk memastikan saya tidak salah dengar. 

“(Jadi survei ini, red) diperuntukkan bagi mahasiswa yang sebelumnya memilih hybrid.” jawab Nanang pada (7/4).

Miskomunikasi

Apa yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FIB tidak sesuai dengan apa yang saya temukan di grup angkatan prodi saya, Sastra Inggris. Terdapat beberapa pesan teks dengan informasi yang berbeda-beda serta dikirimkan dalam waktu berdekatan oleh Daffa sebagai ketua angkatan prodi Sastra Inggris pada (28/03) lalu.

Pesan teks pertama berisi sebuah tautan survei beserta keterangan, “Bagi mahasiswa yang telah terdaftar sebagai peserta kelas hybrid”. Disusul dengan pesan teks kedua, “Ini ada survei perihal kuliah luring/hybrid ya,” dan yang terakhir, “Buat yang kemarin mengisi daring, tetap diisi ya.”

Menyadari adanya perbedaan informasi dari Wakil Dekan Bidang Akademik FIB dan Ketua Angkatan Sastra Inggris, saya segera mengonfirmasinya lebih lanjut melalui pesan teks pribadi.

Daffa menjawab bahwa informasi pada pesan teks ketiga tersebut didapatkannya dari ketua angkatan prodi Sastra Cina dalam sebuah grup beranggotakan ketua angkatan prodi FIB.

Daffa bercerita, sebelum mengabarkan pesan ke grup Prodi Sastra Inggris, dia sempat kurang yakin dan menganggap survei tersebut tidak mungkin diperintahkan agar seluruh mahasiswa mengisi, melainkan hanya bagi mahasiswa terdaftar hybrid/luring saja. Dia kemudian memastikan ulang dengan bertanya pada grup ketua angkatan prodi FIB, apakah memang mahasiswa yang terdaftar daring juga ikut mengisi survei tersebut.

“Yang nanya soal yang ngisi semuanya bukan cuma aku. Ada Beatrix, kalau nggak salah dia ketang Sasper (ketua angkatan prodi Sastra Perancis, red). Tapi dia (ketua angkatan Sastra Cina, red) tetep bilang kalau ini (survei, red) tuh yang ngisi semuanya.” ujar Daffa.

Titik Balik Klarifikasi

Dari penjelasan ketua angkatan prodi Sastra Cina terhadap Daffa di kemudian waktu, pesan teks tersebut ternyata didapatkan dari temannya yang merupakan staf Himaprodi Sastra Cina. Dia juga mengaku sempat menanyakan kepada pihak akademik dan menyatakan informasi bahwa survei diisi oleh semua mahasiswa adalah benar.

“Surveinya buat seluruh FIB (yang terdaftar hybrid/luring, red), tapi yang aneh kenapa cuma mahasiswa Sastra Cina saja yang disuruh mengisi semua,” ujar Daffa.

Ketua angkatan Sastra Cina mengira bahwa survei yang dia bagikan ke grup ketua angkatan prodi FIB juga diperuntukkan bagi prodi lain. Sebab, sebelumnya juga terdapat tautan survei dengan narasi yang ditujukan oleh Kaprodi FIB agar dapat membagikannya kepada seluruh mahasiswa.

Penulis : Adila Amanda
Editor  : Alda Silvia Fatmawati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.