Pram dan Niskala. Sumber: kontenjateng.com

Lantaran banyak yang terharu setelah menonton, film ini naik daun di dunia perfilman Indonesia. Telah tayang film yang menggemparkan masyarakat Indonesia dengan genre romance, drama bertajuk “Kukira Kau Rumah”. Film yang tayang serentak di bioskop pada 3 Februari 2022 kemarin itu diangkat dari alunan lagu ciptaan Amigdala. Film produksi MD Pictures ini disutradarai oleh Umay Shahab dengan tokoh utama yang fenomenal yaitu, Prilly Latuconsina sebagai Niskala. Tak hanya itu, film ini juga turut menggandeng jajaran artis viral lainnya untuk ikut andil dalam memerankan tokoh-tokoh dalam film ini, seperti Jourdy Pranata yang berperan sebagai Pram, Shenina Cinnamon sebagai Dinda, Raim Laode sebagai Oktavius, Unique Priscilla sebagai Ibu Niskala, dan Kiki Narendra sebagai Ayah Niskala

Dengan durasi 90 menit, Kukira Kau Rumah telah berhasil mengemas permasalahan tentang kisah seorang wanita bernama Niskala yang didiagnosa mengidap bipolar sejak ia kecil. Penyajian khas dari film ini juga dipenuhi dengan pelajaran mengenai mental health. Dengan rating 7,2/10 yang diberikan oleh IMDb (Internet Movie Database) membuktikan bahwasannya film ini layak menjadi film terfavorit di kalangan masyarakat.

 Dibuka dengan kisah seorang Niskala yang menjalankan kuliahnya di luar sepengetahuan ayahnya. Keadaan Niskala sebagai anak bipolar mengharuskan dirinya untuk selalu menerima overprotektif dari ayahnya. Lembar baru terbuka, ketika Niskala mulai dekat dengan salah satu senior kampusnya yang bernama Pram. Mereka bertemu karena adanya kesamaan ruang hampa dari masing-masing hati mereka. Saling melengkapi satu sama lain telah menjadi ciri khas. 

Hari demi hari berlalu, kedekatan mereka kian merekat. Satu kata yang selalu dilontarkan oleh Pram “Terdengar tapi tidak mengganggu”, merupakan gambaran kecerewetan Niskala yang diterima oleh Pram. Seluruh kekosongan kehidupan Pram yang selama ini ia jalani kini sudah menemukan seorang tepat untuk mengisi kehampaan hidupnya. Ia terus menciptakan lagu yang selalu terinspirasi dari Niskala. Kedekatan mereka terus terlihat dari aksi manggung mereka di cafe tempat Pram bekerja.

Namun, aksi manggung Niskala dengan Pram ternyata justru diketahui oleh ayahnya. Kejadian tersebut membuat ayahnya marah dan terjadi baku hantam antara ayahnya dengan Pram. Teriakan kekesalan Niskala dan tekanan yang diterimanya saat kejadian tersebut membuat Niskala tak terarah dan berlari untuk melakukan percobaan bunuh diri. Cerita ini mulai memanas dan membuat penonton menangis di saat Pram perlahan menghampiri Niskala untuk menenangkannya. Namun, tanpa diduga Pram yang telah berhasil meraih tangan Niskala dan berada di sampingnya justru menjatuhkan dirinya sendiri.

Penggambaran tokoh Niskala yang memiliki emosional berlebih membuat penonton paham bahwa ada yang tidak beres dari keadaan psikologis Niskala. Pengenalan cerita yang ternyata Niskala mengidap bipolar ini diceritakan pada pertengahan kisah kedekatan Pram dan Niskala yang sedang dilanda konflik. Pembawaan cerita yang dikemas dalam film ini cenderung membuat penontonnya merasa geram dan prihatin melihat adegan tersebut.

Terdapat pula plot cerita yang diisi dengan guyonan dari tokoh Oktovius sebagai moodmaker sahabatnya. Selain itu, cerita lucu dari Oktovius yang tertekan ketika disuruh berbohong untuk membantu Niskala sangatlah lucu. Pasalnya raut muka dan gerak-gerik Oktovius dinilai sangat absurd.  

Pembelajaran mengenai mental health yang dibawakan pada film ini patut untuk diacungi jempol. Terkhusus lagi pada adegan saat Niskala dikurung di dalam kamarnya dan dipaksa untuk meminum obat penenangnya. Tekanan-tekanan yang diterima oleh Niskala merupakan sebuah titik negatif dari menurunnya keadaan psikologis anak. Overprotektif dari Ayah Niskala membuat dirinya membenci ayahnya sendiri. Bahkan, untuk sekolah saja Niskala tidak diperbolehkan.

Di dalam film ini kisah cinta Niskala Pram menggambarkan romansa yang tanpa melihat latar belakang dan saling menerima satu sama lain, menghadirkan sosok baru dalam hidup Pram yang kosong.

Kukira Kau Rumah telah membuat saya berpikir apakah seseorang yang mengidap penyakit mental adalah hal yang memalukan? Keadaan mental yang naik turun tanpa diketahui kapan akan datang bukanlah hal yang perlu untuk ditutup-tutupi dan menghindar dari pusat perhatian. Justru orang normal biasa pun juga bisa mengalami kejadian ini.

Bahkan pemikiran masyarakat mengenai bipolar itu sama dengan gila adalah tolak pikir yang tidak bisa dibenarkan. Orang yang mengidap penyakit bipolar tidaklah sama dengan orang gila. Mereka akan mengalami perubahan temperatur mental hanya pada kondisi tertentu dan bersifat sementara saja. Jika dirinya berada di bawah tekanan yang berlebih, maka akan terjadi perubahan sikap yang awalnya sangat riang menjadi sangat sedih.

Pemikiran yang salah mengenai orang bipolar sama dengan orang gila ini perlu dihapuskan. Mereka-mereka yang mengidap bipolar perlu adanya dukungan dari lingkungannya, terkhusus lagi dari orang terdekat mereka. Perlu adanya pembangunan mental yang dilakukan oleh lingkungannya sebagai salah satu jalan dalam memudarkan gangguannya selain dengan meminum obat penenang.

Adegan yang menunjukkan betapa kerasnya Ayah Niskala dalam mendidik Niskala merupakan bentuk dari perlakuan yang salah. Cara mendidik yang diterapkannya bukanlah bentuk dari kasih sayang dirinya kepada anaknya. Bahkan sempat ada adegan yang mana Niskala mencoba untuk bunuh diri dengan terjun dari jembatan setelah ayahnya baku hantam dengan Pram.

Saya sendiri secara personal, beranggapan bahwa mental health perlu dijaga selagi kita berada di lingkungan yang mendukung. Berusaha untuk selalu menerima diri sendiri dan memahami keadaan. Rasa saling dukung satu sama lain juga perlu dikembangkan dan diterapkan di kehidupan kita. Pasalnya kita sebagai makhluk sosial itu saling membutuhkan bukan tak kenal. Terakhir, satu ungkapan Pram yang saya ingat tentang Niskala, “Nama dia Niskala dan dia hanya ingin bisa terbang jauh”.

Penulis: Salsabila Jasmine (Anggota Magang)
Editor: Mahesa Fadhalika Ninganti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.