Suasana acara. Sumber: Kavling10

MALANG-KAV.10 Sekolah Kreatifitas Mahasiswa (SKM) FPIK Universitas Brawijaya menyelenggarakan Seminar Nasional bertema ‘Diam Mengamati, Bergerak Untuk Mengabdi’ pada Sabtu (12/02) kemarin, seraya menghadirkan total sepuluh pembicara perwakilan dari Universitas se-Indonesia peraih pendanaan pemberdayaan desa dari Kemendikbudristek.

Seminar yang dihadiri Wakil dekan III FPIK, Wakil Rektor III UB, Direktorat Kemahasiswaan UB, hingga Menteri Desa PDTT Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd ini sejatinya memotivasi mahasiswa menimba ilmu dan memberikan kontribusinya pada program pemberdayaan dan pembangunan desa.

“UB memberikan fasilitas untuk setiap kegiatan pemberdayaan (desa, red.). Diharapkan mahasiswa aktif tidak hanya program yang terdapat dikota saja, tapi yang ada didesa juga” papar Abdul Hakim selaku Wakil Rektor III UB via Zoom Teleconference.

Wakil dekan III FPIK juga memberikan pesan kepada mahasiswa untuk memiliki keahlian yang multidimensional dan terus memupuk diri menjadi generasi yang visioner untuk mewujudkan program desa yang mandiri dan berkelanjutan.

“Mahasiswa merupakan salah satu agen penggerak. Mahasiswa yang punya kualitas harus memiliki keahllian multidimensional. Baik dimensi keilmuan, dimensi emosionalnya, dan  sosialnya yang itu sebenarnya masuk pada ranah pengabdian sosial. Sehingga mahasiswa mulailah berkreasi dan berinovasi membangun dari bawah untuk mewujudkan program-program mandiri dan berkelanjutan tadi,” ujar Abu Bakar selaku Wakil Dekan III FPIK UB.

Sesi dilanjutkan dengan pemaparan ide jangka Panjang dan terstruktur yang dibagi menjadi 3 sesi oleh tim peraih pendanaan pemberdayaan desa dari kemendikbudristek. Yakni PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa) dan P3D (Program Pengembangan Pemberdayaan Desa). Diisi oleh Tim P3D SOSMA EM UB, PHP2D GEMAH UNHAS, PHP2D FTP UB, PHP2D FPIK UNDIP, P3D BEM KM UGM, dan PHP2D BEM FEM IPB.

“(Program, red.) kami fokus pada pengolahan limbah dan pemasaran berkelanjutan yang melibatkan remaja setempat sebagai penerus estafet program. Kami mencoba untuk menciptakan inovasi baru dari teknik batik cap menjadi keunggulan yang bisa dikomersialkan,” jelas salah satu perwakilan Tim P3D SOSMA EM UB saat memperkenalkan Batik Djojo De Sari sebagai produk mereka bagi penduduk Desa Tawangsari, Pujon, Malang.

Penulis: Arya Nata Saputra (Anggota Magang)
Editor: Alifiah Nurul Izzah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.