Ilustrasi: Priska

MALANG-KAV.10 Terhitung sejak tulisan kontribusi pembaca “Pejabat Mahasiswa dan Gadis-Gadis yang Ia Ajak Tidur” terbit (23/11), berbagai perbincangan telah bergulir hingga sampai di satu nama. Banyak narasi dari berbagai sisi yang telah dilemparkan ke publik. Awak Kavling10 mencoba memetakan dan memverifikasi kebenarannya.

Penelusuran pertama kami dapat dikatakan dimulai dari pertemuan dengan pihak Unit Pemberdayaan Perempuan Progresif (P3) beserta Menko Pergerakan EM UB (6/12). Bertempat di satu kafe, kami membahas tentang tulisan yang dimaksud.

Saat itu, pihak Pergerakan EM menyatakan bahwa akan mengusut tuntas siapapun orangnya ketika terbukti bersalah. Komitmen ini lantas ditindaklanjuti dengan penerbitan kembali formulir pengaduan – dalam bentuk Google Form – oleh P3 EM UB (10/12). Berharap nantinya jika memang ada laporan yang masuk dari sisi korban, kasus bisa diusut lebih lanjut.

Pertemuan dengan Menko Pergerakan dan P3 EM akhirnya berlangsung tidak hanya satu, tetapi tiga kali demi memperbarui informasi-informasi yang terjaring. Tetapi kejelasan kasus pejabat mahasiswa masih tetap abstrak. Nihilnya laporan dari sudut pandang korban membuat kami memutuskan untuk mencari tahu hulu informasi.

Guliran Bola

Beberapa nama yang mengarah ke pusat informasi terpetakan perkiraannya. Pun dengan perkiraan nama tertuduh pelaku dan terduga korban. Informasi ini kami dapat setelah mencocokkan nama-nama tadi dengan informasi-informasi yang sampai.

Awak Kavling10 bertemu dengan Pinang (bukan nama sebenarnya) pada Rabu (15/12). Disinyalir, dari Pinang lah kabar-kabar ini, terutama narasi soal “tidur dengan banyak orang” berembus. Karena beberapa orang mengakui bahwa narasi yang ada di tulisan mirip dengan apa yang pernah dikatakan oleh Pinang.

“(Terduga korban, red) memang pernah (tidur, red) sama (pejabat mahasiswa yang dimaksud, red). Tapi konteksnya suka sama suka. Tapi untuk yang lainnya itu aku kurang tahu selain sama yang pertama ini. Aku dapat info dari beberapa orang kalau pernah juga sama yang lain, tapi yang lain ini aku gak tahu siapa,” kata Pinang.

Penelusuran tidak berhenti sampai di sana. Narasi tidur dengan banyak orang belum terjawab berasal dari mana dan dibentuk atas dasar apa.

Berdasarkan penelisikan lebih lanjut, dengan kembali menghubungi berbagai pihak, terdapat fakta baru bahwa narasi ini dibuat oleh Pinang. Saat Pinang mendengar bahwa pejabat mahasiswa yang dimaksud pernah dekat dengan banyak perempuan, kondisinya dalam pengaruh alkohol.

Informasi ini diduga disalahartikan oleh Pinang sehingga terbit narasi “tidur dengan banyak perempuan” di kemudian hari. Maka dari itu, kami mencanangkan rencana lebih lanjut, yaitu menemui orang yang mengetahui hal tersebut untuk mendapat kejelasan. Sebut saja orang itu bernama Randu.

Tapi sebelumnya kami perlu untuk menemui terduga korban untuk memverifikasi terlebih dahulu apakah yang dilakukan memang berdasarkan consent. Bulan sebagai terduga korban mengakui bahwa yang dilakukan memang berdasarkan consent. Selain itu, berdasarkan keterangannya, narasi lainnya soal tindakan ini tidak berdasarkan consent datang dari Pinang.

“Temanku waktu itu cerita ke aku bahwa Pinang bilang ke dia kalau (pejabat mahasiswa yang dimaksud, red) memanfaatkan aku karena tahu aku sebelumnya seperti itu sama orang lain. Dan sampai akhirnya pejabat mahasiswa yang dimaksud pun melakukan hal yang sama ke orang lain,” kata Bulan (bukan nama sebenarnya) yang selama ini diduga menjadi korban (17/12).

Ia menyampaikan kekesalannya atas tuduhan tidak berdasar yang disebarkan oleh Pinang. Menurut Bulan, ia bahkan tidak kaget jika Pinang lah yang menyebarkan rumor tidak benar ini. Ditemani banyak nyamuk yang terbang di bawah pohon, Bulan sempat memaki Pinang atas tindakannya.

Pinang sempat menghubungi teman Bulan kembali untuk menanyakan korban-korban lain. Narasi yang dibawa Pinang pada saat itu adalah “siapa tahu ada yang merasa dilecehkan”.

Pinang – berdasarkan keterangan Bulan – sempat melakukan penelusuran sendiri. Padahal, menurut Bulan, kalau memang ada pasti akan ada laporan lain yang masuk dan diusut.

“Karena momennya memang pas saja. Dia (Pinang, red) sempat ada permasalahan sama aku, pas saat dia dapat isu (soal aku tidur dengan pejabat mahasiswa, red) ini,” lanjut Bulan lagi.

Informasi juga kami gali dari Randu. Menurut Pinang, dia lah yang memberi tahunya kalau sang pejabat mahasiswa tidur dengan banyak orang. Kejadiannya saat itu, mereka sedang bercengkrama bertiga di bawah pengaruh alkohol. Hal ini lantas ditampik oleh Randu.

“Iya waktu itu diajak ngumpul sama dia (kondisinya lagi minum, red). Itu menurutku ada dua informasi. Informasi pertama waktu aku ngomomg kalau si pejabat mahasiswa pernah tidur dengan Bulan, itu memang aku pernah ngomong. Tapi kan ada informasi juga bahwa pernah sama cewek-cewek lain, nah informasi ini yang gak bisa dijadikan landasan karena dari aku pun gak pernah ngomong kayak gitu,” kata Randu.

Menurutnya, kesimpulan Pinang terbentuk dari sahutan bahwa si pejabat mahasiswa juga pernah dekat dengan banyak orang. Kesimpulan ini yang kemungkinan disebarkan pula oleh Pinang sebagai narasi baru di kemudian hari. Kata Randu, Pinang tidak pernah lagi mengonfirmasi informasi soal ini kepadanya.

Keterangan coba kami gali pula dari sisi terduga pelaku, yaitu pejabat mahasiswa yang dimaksud. Kami bermaksud untuk memberikan ruang baginya untuk berbicara. Berdasarkan keterangannya, ia sempat menemui orang yang menurutnya menyebarkan informasi tidak benar.

“Aku ngomong ke dia (orang yang dianggap menyebarkan informasi ini, red) bahwa, ‘bro, mungkin ada beberapa hal yang kamu tahu, tapi itu tidak menyentuh KS sama sekali. Dan dia mengakui bahwa dia salah. Dia sempat ngomong ke aku kalau aku yang menyampaikan ke orang lain. Orang bodoh mana yang akan menyampaikan hal seperti ini sendiri ke orang lain? Secara logis deh tolong pikir,” tegasnya saat ditemui secara langsung oleh awak Kavling10.

Kejelasan

Setelah mengambil rute memutar, kami kembali lagi pada Pinang. Untuk memastikan tidak ada lagi penggalan informasi yang salah. Pinang, Randu, pejabat mahasiswa yang dimaksud, beserta Bulan duduk bersama awak Kavling10 (17/12).

Pada Jumat malam, setelah asap rokok bersahut-sahutan di antara kami, Pinang mengakui kesalahannya atas informasi yang bergulir jauh. Narasi bahwa pejabat mahasiswa yang dimaksud tidur dengan banyak orang, benar datang dari kesalahannya dalam menangkap informasi dari Randu.

Hal ini dikonfirmasi setelah ia secara langsung mendengarkan pernyataan dari Randu. Semua yang duduk mengelilingi meja itu bisa mendengarkan pernyataan ini dengan jelas.

“Aku dapat informasi ya dari mas (Randu, red) itu,” kata Pinang.

Randu menjelaskan kronologi yang terjadi di hari narasi “tidur dengan banyak perempuan” terbentuk. Menurutnya, saat itu ia dan satu orang lainnya menyinggung soal perempuan-perempuan yang sedang didekati pejabat mahasiswa yang dimaksud.

Hal ini tidak serta merta dapat diartikan bahwa perempuan-perempuan tadi adalah perempuan yang pernah ditiduri.

“Aku waktu itu pernah ngomong kalau mas (pejabat mahasiswa, red) pernah (tidur, red) sama Bulan. Tapi kalau sama yang lain aku waktu itu sempat ngomong mas (pejabat mahasiswa, red) ada pacar juga dari salah satu fakultas tapi aku gak pernah konteksnya ngomong kalau mas (pejabat mahasiswa tidur, red) sama anak lainnya juga (tidur, red),” kata Randu.

“Mungkin ada salah penangkapan,” lanjutnya.

Hal ini juga turut divalidasi oleh Pinang. Menurutnya, terdapat faktor lain yang mungkin dapat menjadi penyebab kesalahan informasi yang ditangkap dan yang akhirnya beredar.

“Mungkin waktu itu memang karena suasana hatiku yang lagi tidak enak juga. Jadi waktu dengar omongannya mas (Randu, red) semi-semi emosi soalnya lagi patah hati juga,” kata Pinang.

“Aku gak dengar isu (tidur dengan banyak orang, red) lagi selain dari Pinang. Kalau soal penyebaran (narasi, red)mungkin saya dapat dikatakan mungkin salah satunya. Karena saya juga ngomong ke orang terdekat,” pungkasnya.

Rumor yang beredar mengenai pejabat mahasiswa yang dimaksud pada tulisan, dapat dikatakan hanya rumor semata. Narasi yang selama ini bergulir dapat ditemukan hulunya.

Semua pihak dalam hal ini sepakat bahwa tulisan ini menandakan penyelesaian dari penyebaran rumor. Kami resmi menutup pembicaraan terkait hal ini saat topik pembicaraan beralih ke pembahasan-pembahasan lain.

Penulis: Priska Salsabiila
Editor: Octavio Benedictus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.