Ilustrasi : Senia Nefalina

Oleh : Senia Nefalina

​kami kelas dua kata para pengecut
​kami kelas dua kata para penakut
​S​ampai kapan kami harus menuntut
​Jika pengadilan tak lagi bisa mengusut

​Su​ara-suara yang diabaikan
Jiwa-jiwa yang berkorban
Yang mati dengan bekas memar di badan
Kami menanti jawaban dari Tuan

​​Rupaku memang menawan, tapi bukan tuk Tuan simpan
T​ubuhku memang elok, tapi bukan tuk temani Tuan berangan
P​akaianku memang cantik, tapi bukan tuk buat Tuan terkesan
Jika Tuan tau hanya selangkangan, kenapa malah Puan disalahkan

​Kepada Tuan yang tak bernyali
​Yang sembunyi di bawah ketiak patriarki
K​arena Tuan, banyak Ibu sakit hati
Karena Tuan, banyak Puan hilang mimpi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.