Potret praktikum jurusan Fisika yang masih dilaksanakan secara daring. Foto: Mahes

MALANG-KAV.10 Per 19 November 2021, Rektorat Universitas Brawijaya baru mengeluarkan surat edaran yang mencanangkan pelaksanaan kuliah luring terbatas pada semester depan. Sebelumnya, Jurusan Kimia FMIPA telah lebih dulu melaksanakan praktikum luring terbatas khusus angkatan 2019 pada praktikum Kimia Fisika, Kimia Analitik 3, dan Kimia Organik Lanjut.

Pelaksanaan praktikum luring FMIPA sudah mendapat izin dari rektorat dan dekanat. Hal itu mengacu pada Surat Edaran Dekan FMIPA No. 5324/UN10.F09/TU/2021. Jurusan Kimia UB pun memiliki rencana praktikum luring yang akan dilaksanakan pada semester depan untuk mahasiswa angkatan 2020. Sedangkan, pelaksanaan praktikum luring Kimia Dasar mahasiswa angkatan 2021 Jurusan Kimia, Fisika, Biologi masih menunggu informasi lebih lanjut.

Nantinya, praktikum akan dilaksanakan sesuai dengan sistematika yang tercantum dalam surat edaran tersebut. Pelaksanaan itu menunggu kesiapan dari ketua laboratorium, kepala jurusan, serta asisten praktikum.

Presiden BEM FMIPA, Naufal Muhammad Fakhrizky, menyebutkan beberapa syarat yang harus dipenuhi mahasiswa, asisten praktikum, dan dosen terkait untuk melaksanakan praktikum secara luring, seperti vaksin dengan dosis lengkap serta menunjukkan hasil antigen negatif. Hanya saja, untuk mahasiswa perlu adanya surat izin orang tua.

Kehadiran asisten praktikum (asprak) juga bersifat opsional tergantung kesepakatan antara asprak, mahasiswa, dan koordinator praktikum jurusan. Namun, kehadiran asprak diutamakan yang berdomisili di Malang.

“Saat praktikum berlangsung pun, ada pengawasan dari Satgas Covid-19. Protokol kesehatan yang diterapkan juga cukup ketat, misalnya dengan membatasi jumlah setiap mahasiswa di dalam laboratorium yang akan melaksanakan praktikum luring (2 minggu sekali). Hal ini bertujuan untuk meminimalisir durasi berkumpul atau bergerombol,” jelas Naufal.

Berdasarkan pernyataan Ketua Jurusan Kimia Yuniar Ponco Pranoto , sumber pendanaan untuk pelaksanaan praktikum luring ini berasal dari mahasiswa, jurusan, maupun dari fakultas. Sumber anggaran dari Jurusan Kimia menggunakan dana pagu jurusan di tahun tersebut.

“Sumber pendanaan dapat berasal dari mahasiswa (tes swab antigen), jurusan (masker medis, hand sanitizer dan nutrition booster bagi asisten), maupun dari fakultas (tempat cuci tangan dan penyemprotan untuk sterilisasi ruangan). Sumber anggaran dari Jurusan Kimia menggunakan dana pagu jurusan di tahun tersebut,” jelas Ponco pada Kamis (18/11)

Menurut Naufal pelaksanaan praktikum luring untuk mahasiswa SAINTEK dinilai cukup penting karena mahasiswa rumpun SAINTEK memang dipersiapkan untuk terjun langsung ke lapangan, sehingga dibutuhkan praktek secara langsung, seperti penggunaan alat dengan benar beserta rumus dan perhitungannya. 

“Kalau misalkan kita berada di rumpun SAINTEK, memang basis temuannya mengadu dan menerapkan teori di kehidupan sehari-hari (praktik) atau mengaplikasikan ilmu-ilmu dasar ke dalam bentuk realita. Maka dari itu, diperlukan praktikum secara langsung agar penerapan teorinya lebih real serta lebih mudah dipahami.” lanjut Naufal.

Selama dilakukan praktikum luring terbatas ada beberapa kendala yang dialami, seperti mahasiswa masih terbiasa bekerja saling berdekatan, meskipun menggunakan masker.

“Sesekali masih teramati adanya mahasiswa membuka tutup masker maupun safety goggle. Hal ini butuh waktu, pembiasaan, dan proses untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) sebagai bagian dari budaya kerja. Asisten dan dosen yang mengawasi jalannya praktikum senantiasa mengingatkan dan membina praktikan supaya tetap memperhatikan prokes,” kata Ponco.

Penulis: Laras Ciptaning Kinasih & Mahesa Fadhalika Ninganti
Editor: Priska Salsabiila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.