MALANG, KAV.10 Pada semester genap T.A. 2020/2021 lalu, terdapat 1.257 mahasiswa Universitas Brawijaya, mulai dari jenjang D-3 hingga Doktor, yang mengajukan cuti kuliah. Namun menurut Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Prof. Dr. drh. Aulanni’am jumlah ini tidak terlalu meningkat persentasenya saat pandemi. Ia juga memastikan hanya ada sedikit mahasiswa UB yang mengajukan cuti kuliah karena terkendala biaya.

“Kalau dari persentase jumlah mahasiswa UB yang total 69.000, hanya 2% (yang mengajukan cuti kuliah, red) sehingga tidak banyak,” jelas Wakil Rektor 1 yang akrab disapa Prof. Aul saat diwawancara oleh awak Kavling10 pada Kamis, (9/9).

Alasan pengajuan cuti kuliah, lanjut Prof. Aul di antaranya karena sibuk bekerja, sakit, hingga karena masih dalam proses penyelesaian skripsi maupun tugas akhir.

“Secara umum permasalahan (utama, red) tertundanya kelulusan juga karena penelitian yang ada di Lab Kampus atau di kota tertentu yang PPKM. Sehingga tidak bisa lanjut penelitian sesuai jadwal yang ada. Dan hal ini banyak terjadi di tahun 2020 karena masa peralihan dari luring ke daring secara penuh.”

Ia juga menambahkan bahwa evaluasi terkait masalah penyelesaian masa studi mahasiswa akan diserahkan kebijakannya kepada petinggi masing-masing fakultas.

“Secara berkala saat rapat dengan para WD 1 (Wakil Dekan, red), Pimpinan UB mengimbau untuk monitoring identifikasi permasalahan dan solusi apa yang dapat diberikan agar mahasiswa tidak terkendala dalam proses penyelesaian studi,” terang Prof. Aul.

Mengonfirmasi hal ini, Wakil Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan Vokasi, Romy Hermawan mengatakan bahwa pihak Vokasi berusaha membantu kendala apa pun yang dialami oleh mahasiswa. Baik masalah finansial, psikologis, hingga permasalahan pribadi dan keluarga.

Termasuk memberikan bantuan berupa keringanan dana, sehingga mahasiswa yang terkendala secara finansial dibebaskan biaya kuliahnya. Sebab ia mengungkapkan bahwa sebisa mungkin tidak ada mahasiswa vokasi yang berstatus tidak lulus.

“Kami akan mengupayakan segala cara untuk membantu mahasiswa karena konsen utama kami itu adalah mahasiswa,” ucap Romy saat diwawancarai pada Jumat, (10/09).

Vokasi juga berencana untuk membuka unit konseling yang dapat digunakan oleh mahasiswa. Hal itu salah satu bentuk upaya untuk membantu mahasiswa yang mengalami kendala dalam penyelesaian studi.

Berdasarkan data oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Aulanni’am, DES, lama waktu yang dibutuhkan tiap fakultas untuk menyelesaikan masa studinya pada tahun 2020 berkisar 4,31 tahun. Rentang waktu ini mengalami pencepatan dibanding tahun sebelumnya yang berada pada kisaran 4,43 tahun.

Penulis: Salsabila Ayu Azalia, Saiva Qotrunnada
Editor: Ranti Fadilah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.