Ilustrasi : Senia Nefalina

Oleh : Anjani Audita

Terhitung tak terhingga yang aku hadapi
Meniti tiap kesulitan dalam rintang
Rasanya lelah tak berkesudahan
Hingga tiba ujungnya,
Perasaan ini datang tanpa aba-aba
Diikuti alibi yang tak dimengerti semesta
Jauh kucoba mencari solusinya
Tetapi Orang-orang berkata

Jangan bertindak begini
Kau harusnya berlagak begitu
Kau hanya seperti orang gila

Berulang kali aku bertanya
Kepada angin, kepada dinding,
Kepada diri sendiri di depan cermin
Apakah tak ada harapan?
Bagaimana menjalani ini sendirian?
Apakah ini namanya gila?
Siapa yang gila?
Mengapa aku diberi perasaan ini?
Bagimana rasa ini bisa hilang?
Tetapi jawaban adalah pertanyaan

Terdiam aku
Diatas ubin tua yang menemani seumur hidup
Terkukung sepi dalam kurungan
Bersusah payah memendam
Sambil menutup telinga di ujung ruangan
Pintu bergeming sesekali kutendang

Entah darimana datangnya,
Sebuah angin kebebasan perlahan membawaku serta
Perasaan damai tercipta
Walau takutku belum binasa
Ikutlah, selamatkan jiwa
Begitu bisiknya

Bukan!
Mengasihani diri bukan gila
Bercerita pada sang ahli bukan gila
Menyembuhkan jiwa bukan gila
Mental beradu, bukan berarti gila

Setidaknya berdirilah aku di masa depan
Berterima kasih pada diri dan Tuhan
Karena berhasil menghalau teriakan orang
Aku bertahan,
Mentalku terkuatkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.