Media sosial adalah suatu media secara daring yang digunakan oleh pengguna untuk saling berinteraksi, berbagi informasi, dan untuk kegiatan lainnya. Menurut Cahyono (2016: 142), media sosial merupakan suatu media online yang memiliki pengguna, dimana pengguna tersebut dapat berpartisipasi, berbagi, serta menciptakan isi seperti blog, jejaring sosial, wiki, forum, juga dunia virtual secara lebih mudah. Blog, jejaring sosial, serta wiki adalah beberapa jenis media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di dunia ini. Selain itu, media sosial juga dapat dikatakan sebagai media online yang dapat mendukung proses dari interaksi sosial dengan bantuan teknologi berbasis web yang dapat mengubah komunikasi menjadi dialog yang lebih interaktif. Jejaring sosial adalah situs yang digunakan untuk membuat web page pribadi, kemudian dapat terhubung dengan teman-teman lainnya untuk dapat berbagi informasi serta berkomunikasi dengan bantuan internet. Contoh dari jejaring sosial adalah Facebook dan Twitter. Media sosial dapat menjadi sarana untuk penggunanya yang memiliki ketertarikan dengan hal-hal tertentu sehingga dapat berpartisipasi memberikan kontribusinya serta feedback secara terbuka, memberikan komentar, dan saling membagikan informasi kepada pengguna yang lainnya secara cepat dan tak terbatas dengan ruang dan waktu.

Era globalisasi dan zaman yang semakin maju mendorong manusia untuk berkembang dan berkerabat dengan teknologi. Perkembangan ini juga berdampak pada setiap orang yang menginginkan terobosan yang semakin memudahkan setiap aktivitas yang dilakukan. Media sosial memiliki fungsi yang positif dan dapat digunakan secara luas oleh masyarakat di dunia. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk kampanye tentang isu yang sedang marak terjadi merupakan salah satu contoh yang saat ini semakin mendominasi internet. Menurut Dewantara & Widhyharto (2015: 40), perkembangan dari teknologi informasi saat ini semakin pesat, dimana kondisi ini juga mengindikasikan adanya perubahan serta tuntutan interaksi oleh setiap individu dengan lebih cenderung menggunakan media komunikasi yang memanfaatkan teknologi, seperti internet dan media sosial sebagai alat utama dalam penyebaran informasi.

Masyarakat Indonesia telah memanfaatkan media sosial sebagai media untuk berbagi informasi, mulai dari mahasiswa, karyawan, menteri, hingga presiden telah memiliki akun media sosial dan berinteraksi dengan sesama penggunanya. Semakin luas dan global media sosial ini digunakan, kita dapat memanfaatkan media sosial tersebut sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan akun media sosial kita untuk aktvitas positif, seperti berkampanye tentang isu yang sedang terjadi, baik permasalahan sosial serta lingkungan. Selain itu, media sosial juga merupakan media yang efektif untuk mengedukasi masyarakat dari berbagai kalangan. Menurut Dewantara & Widhyharto (2015: 42), percepatan dari arus teknologi informasi pada media sosial telah memberikan sarana bagi masyarakat untuk dapat mengekspresikan diri serta sikap, baik dalam bentuk gerakan sosial maupun pengontrol terhadap perilaku politisi.

Internet saat ini telah dimanfaatkan sebagai gerakan sosial yang baru, yaitu sebagai media untuk menyampaikan kritik nyata yang semula hanya di media sosial saja, kemudian menjadi terlaksana di kemudian harinya berkat dorongan dari pengguna akun media sosial lainnya. Saat ini banyak sekali peristiwa sosial dan lingkungan yang marak diberitakan serta diperbincangkan oleh masyarakat. Hal ini dapat diatasi dengan membuat perubahan melalui sosial media. Kita sebagai pengguna sosial media dapat memanfaatkannya menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi kita supaya suara kita lebih didengar oleh banyak orang. Contohnya adalah saat Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk berkampanye tentang edukasi pentingnya kesehatan mental itu sendiri karena saat ini perihal kesehatan mental merupakan topic hangat tetapi masih banyak orang yang mengabaikan kesehatan mental dirinya sendiri serta orang-orang yang ada di sekitarnya. Maka dari itu, edukasi secara menyeluruh sangatlah penting sehingga kita dapat lebih menghargai dan memprioritaskan kesehatan mental. Contoh lainnya adalah pada saat Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati pada 21 Februari setiap tahunnya. Melalui media sosial, selain dapat mengedukasi para pengguna media sosial tersebut, kita dapat mengajak untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan juga dapat mengikuti kegiatan kerelawanan untuk melakukan program kerja, seperti zero plastic waste yang dapat dilakukan selama 7 hari. Kegiatan ini dapat memacu kita untuk semakin terbiasa dan akhirnya dapat mengurangi penggunaan plastik secara konsisten.

Media sosial ini memiliki banyak sekali platform yang dapat digunakan oleh siapa saja dan dimana saja sehingga memudahkan jalannya interaksi. Tanpa kita sadari, perubahan yang telah dilakukan melalui kampanye dengan sosial media memiliki dampak yang baik serta menyeluruh sehingga juga dapat menginspirasi banyak orang. Aktivitas yang mungkin terlihat remeh oleh sebagian orang, bahkan dipandang sebelah mata, ternyata memiliki efek yang sangatlah besar. Kampanye yang dilakukan ini dapat membuka mata dan pikiran kita sehingga kita menjadi lebih peduli dengan sekitar dan pada kondisi yang sedang terjadi serta membutuhkan perhatian kita. Manusia sebagai makhluk sosial pastinya merasa perlu untuk bertindak jika terjadi suatu hal yang bertentangan dengan akal, norma, agama, dan perilaku sehingga kita dapat memulainya dari hal terkecil. Hal ini dapat dilakukan dengan ikut serta dalam acara-acara positif yang berdampak positif bagi banyak orang. Dengan memulai dari hal yang kecil, maka kita akan semakin berkembang menjadi individu yang lebih baik sehingga dapat berbuat lebih banyak kebaikan di masa depan dan juga lebih terbiasa.

Menurut Dewantara & Widhyharto (2015: 43), saat ini perkembangan dari teknologi informasi telah semakin maju, khususnya media sosial yang dimanfaatkan oleh kaum muda yang terhimpun dalam komunitas-komunitas yang bergerak dalam berbagai isu sosial dan lingkungan. Beberapa komunitas ini menggunakan media sosial sebagai suatu sarana untuk berbagi aktivitas yang sedang dilakukan kepada publik. Selain itu, media sosial juga dimanfaatkan sebagai tempat untuk mencari dukungan publik mengenai hal yang dilakukan mulai dari rekrutmen hingga menjalankan komunitas tersebut. Komunitas di media sosial menggunakan media sosial ini sebagai alat untuk menjaga eksistensi masing-masing. Selain itu, media sosial telah digunakan oleh kaula muda dalam membentuk aktivisme baik dalam realita online maupun offline.

Media sosial telah digunakan oleh kaum muda yang memiliki kesempatan besar dan terbuka untuk memanfanfaatkan media sosial tersebut sebagai sarana pengembangan kegiatan aktivisme modern, seperti dalam pemerdayaan masyarakat serta pengembangan diri. Kaum muda yang merupakan agent of change, menggunakan media sosial sebagai sarana untuk melakukan pergerakan sehingga dapat turut merespons permasalahan yang terjadi di masyarakar, mencari dukungan dari masyarakat, serta melakukan aktivisme modern secara online. Media sosial ini sangat membantu kaum muda yang menjadi anggota atau tergabung di dalamnya untuk berdiskusi atau bertukar pikiran dengan mudah dan efisien serta melakukan konsolidasi dengan sesama komunitas. Selain itu, media sosial ini telah menjadi fasilitas yang sangat baik dengan semakin meningkatnya digital native yang membuat ruang publik di media sosial ini menjadi budaya yang baru (Dewantara & Widhyharto, 2015: 44)

Identitas Penulis
Nama Lengkap: Nadia Wahyuningsih
Asal Universitas: Universitas Brawijaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.