Presiden EM UB selaku koordinator aksi di depan gedung rektorat pada 3 Mei 2021. Foto: Izzul

MALANG-KAV.10 Memperingati Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei, telah dilaksanakan aksi protes oleh mahasiswa di depan gedung rektorat Universitas Brawijaya pada Senin, 3 Mei 2021. Tuntutan yang diperjuangkan mulai dari kembali diikutsertakannya mahasiswa pada Pildekan hingga pembangunan UB Kediri yang hingga saat ini masih terus disuarakan.

Masa tergabung dalam aliansi mahasiswa brawijaya (EM, FPIK, FISIP, FH, FP, FTP, FEB, FIB, dan Vokasi). Aksi dilakukan secara diam dan kondusif menyusul inturuksi larangan berteriak dari pihak rektorat dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Aksi tersebut membawa 12 poin tuntutan, diantaranya:

  1. Menuntut birokrat kampus untuk dapat berkomitmen tidak melakukan intervensi atau pelarangan terhadap gerakan mahasiswa
  2. Mengembalikan hak mahasiswa dalam pemilihan dekan seperti yang diatur dalam Peraturan Rektor No. 22 tahun 2014
  3. Adanya transparansi pengalokasian UKT selama pandemi
  4. Memberikan jaminan distribusi kuota yang merata selama PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)
  5. Menuntut kebijakan yang berhati nurani terhadap UKT mahasiswa dan memberikan kelonggaran syarat untuk bantuan keuangan
  6. Menuntut adanya kajian dan koordinasi dari pihak rektorat ke fakultas tentang prioritas jenis kegiatan dan daftar jurusan yang tidak efektif dalam PJJ
  7. Menuntut rektorat terhadap kesiapan sarana dan prasarana serta evaluasi mekanisme PJJ
  8. Menuntut adanya transparansi dan melibatkan mahasiswa secara penuh disetiap rangkaian Pildekan
  9. Segera menyelesaikan proses yang menghambat pembangunan di UB kediri
  10. Memberikan transparansi berita acara terkait hibah tanah oleh Pemprov Kediri kepada Psdku UB Kediri
  11. Memberikan fasilitas penunjang akademik yang layak bagi mahasiswa UB Kediri yang terdiri dari gedung perkuliahan, laboratorium dan perpustakaan
  12. Segera merealisasikan pembangunan gedung perkuliahan baru pada UB Kediri di tahun 2021

Menanggapi aksi mahasiswa, rektorat kemudian mengajak mahasiswa untuk melakukan audensi. Audiensi dilakukan oleh perwakilan tiap fakultas bersama pihak rektorat di lantai 8 gedung rektorat UB.

Namun, tidak semua poin tuntutan terpenuhi pada proses audiensi tersebut. Hasil audiensi disampaikan langsung oleh presiden EM UB Muhammad Ali Yafie kepada masa aksi, yakni sebagai berikut:

Pertama, mengenai poin Pildekan, mahasiswa akan dapat berpartisipasi pada proses pemilihannya.

“Bahkan untuk pemilihan rektor, mahasiswa akan diikutsertakan untuk bisa memilih rektor secara langsung,” tegas Alie Yafie.

Serta, Alie menambahkan bahwa pihak rektorat juga menyatakan sangat terbuka terhadap aspirasi aspirasi yang menjadi permasalahan dikalangan mahasiswa. Lebih lanjut pihak rektorat juga menyampaikan bahwa telah memiliki rencana rencana khusus terkait UB Kediri.

Akan tetapi, hingga saat ini masalah yang terjadi UB Kediri masih belum jelas penyelesaiannya. Untuk itu presiden EM UB Muhammad Ali Yafie mengajak seluruh mahasiswa untuk terus mengawal dan juga kritis dalam setiap permasalahan yang ada, termasuk hak hak yang seharusnya diberikan.

Sayangnya, pers kampus tidak diperbolehkan untuk ikut serta
pada proses audiensi yang dilakukan di lantai 8 gedung rektorat. Bahkan awak Kavling10 yang hadir pada saat aksi.

Penulis: Sayyid Naufal Asshaabir
Kontributor: Moch. Fajar Izzul Haq, Oyuk Ivani Siagian, Ach. Rizal Fahmi
Editor: Ranti Fadilah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.