Sumber gambar: Freepik

Pada akhir tahun 2019, dunia dikejutkan dengan adanya virus baru di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok bernama Corona Virus Disease 2019  atau Covid-19. World Health Organization (WHO) menetapkan virus ini sebagai pandemi karena telah menyebar secara global termasuk di Indonesia. Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan sehingga pemerintah membuat kebijakan untuk melakukan physical distancing dan work from home terhadap masyarakat. Setelah kurang lebih tiga bulan kebijakan tersebut diberlakukan, akhirnya pemerintah menetapkan kebijakan “New Normal” sebagai langkah percepatan penanganan covid-19 dalam aspek kesehatan, ekonomi dan sosial.

Dengan adanya kebijakan tersebut masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan normal kembali namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang tinggi. Per 17 April 2021  jumlah kasus covid-19 di Indonesia mencapai 1,59 juta positif dan meninggal 43.196 kasus (Covid19.go.id). Hal tersebut membuat masyarakat tetap untuk memilih kegiatan dirumah walaupun telah terdapat kebijakan new normal tersebut. Pandemi covid-19 memiliki dampak secara langsung terhadap seluruh bidang salah satunya social media. Menurut publikasi We Are Social (2020), jumlah pengguna sosial media selama pandemi mengalami peningkatan sebesar 59% atau 160 juta dari total populasi telah menggunakan social media.

Menurutnya platform social media yang paling aktif di Indonesia adalah Youtube, Whatsapp, Facebook dan Instagram. Fungsi social media bukan hanya media tentang postingan pribadi namun memiliki fungsi yang lebih luas salah satunya sharing informasi. Media sosial saat ini telah berevolusi sebagai wadah kebebasan kepada setiap orang untuk berekspresi, terlibat dalam aktivisme politik, dan menyebarkan informasi kepada publik. Kehadirannya telah membuka ruang yang selama ini tidak dapat disediakan oleh media konvensional. Kondisi tersebut dibuktikan dengan beberapa kasus kampanye di sosial media seperti #ReformasiDikorupsi, #BlackLivesMatter, dan #PapuanLivesMatter.

Disisi lain, saat tahun 2020 – 2021 Indonesia terus mengalami bencana alam seperti Covid-19, banjir Kalimantan Selatan dan Gempa Sulawesi Barat. Keberadaan media sosial saat ini tentunya memiliki pengaruh signifikan terhadap mereka yang membutuhkan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa saat ini media sosial memiliki fungsi yang lebih luas oleh penggunanya salah satunya aksi sosial secara online. Aksi sosial tidak hanya terjadi secara offline melainkan melalui media sosial, aksi sosial juga dapat dilakukan dengan menyalurkan informasi dan bantuan melalui financial Technology yang telah ada. Sejalan dengan adanya perkembangan penggunaan sosial media.

Terdapat perubahan pola kehidupan dalam masyarakat salah satunya munculnya pekerjaan influencer yang paling terkenal saat ini adalah Selebritis Instagram (Selebgram). Tanpa disadari selebgram memiliki pengaruh yang kuat dalam melakukan dan membantu di kegiatan sosial melalui media sosial. Berikut beberapa aktivisme sosial besar yang terjadi selama tahun 2020-2021 melalui media sosial yang dilakukan oleh selebgram:

  1. Rachel Venya, merupakan salah satu Selebgram yang paling peduli pada aktivitas sosial. Saat ini dia memiliki followers di instagramnya sebesar 5,5 juta yang artinya setiap tindakan yang dilakukan oleh Rachel Venya memiliki dampak terhadap pengikutnya. Saat Covid-19 mulai memasuki Indonesia, dimana masih banyak dibutuhkan persiapan bagi tenaga kesehatan untuk menghadapi bencana tersebut. Rachel Venya melalui Instagramnya mengumumkan untuk membuka donasi Covid-19 bagi seluruh donator yang akan di bagikan kepada seluruh rumah sakit di Indonesia dan bekerja sama dengan salah satu platform dalam pengumpulan dana. Per 7 April 2020 dana yang dikumpulkan mencapai 8,7 milliar rupiah. Selain itu, Rachel Venya juga turut membantu penggalangan dana untuk bencana alam korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, banjir di Kalimantan Selatan, dan diperluas ke daerah Sumedang, Manado dan Cisarua. Dana yang dikumpulkan hampir mencapai 3 milliar dengan target awal 1 milliar. Berdasarkan hasil aksi sosial yang dilakukan oleh Rachel Venya selaku Selebgram atau Influencer dapat disimpulkan Rachel Venya memiliki Interseting dan effect terhadap masyarakat untuk membantu melalui media sosial.
  2. Karin Novilda dengan nama panggung “Awkarin” adalah salah satu selebgram yang turut membantu dalam aksi sosial bencana alam yang terjadi di Indonesia. Dengan followers Instagram yang mencapai 6,7 Juta Awkarin memiliki peran secara luas jika melakukan aksi sosial di media sosial. Bencana alam yang pernah dibantu Awkarin seperti Covid-19, korban gempa Palu, Bencana di Kalsel dan Sulbar. Selain itu Awakarin juga melakukan hal yang menarik agar pengikutnya tertarik untuk membantu satu sama lain seperti pada tahun 2021 Awkarin mengumpulkan dana sebesar 1 Miliar dan berjanji untuk olahraga Squats untuk setiap dana yang terkumpul.
  3. Fadil Jaidi adalah salah satu Influencer baru yang turut menjadi bagian dari aktivitas sosial bencana di Indonesia. Fadil memiliki followers sebesar 3,4 juta rupiah. Pada tahun 2021 Fadil melakukan pengumpulan dana melalui kerjasama dengan platform pengumpulan dana dan disebarkan melalui sosial media. Pengaruh Fadil tidak hanya berada di platform Instagram saja namun juga di platform lain seperti Youtube. Bukti adanya pengaruh yang dilakukan oleh Fadil melalui sosial media adalah dia mampu mengumpulkan dana sebesar 1 miliar dalam 6 Jam.  Oleh karena itu dapat dilihat bahwa bantua sosial di sosial media terjadi dengan sangat cepat.

Berdasarkan aktivitas sosial diatas dapat disimpulkan bahwa sosial media dapat melakukan aktivisme sosial secara online dengan cakupan yang lebih luas dan cepat.

DAFTAR PUSTAKA
Dewantara, dkk. 2015. Aktivisme dan Kesukarelawanan dalam Media. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 19 No.1 2015.

Iswara, Ninda. 2021. 5Artis Galang Dana untuk Korban Banjir Kalsel & Gempa Sulbar, Diambil dari https://newsmaker.tribunnews.com/2021/01/18/5-artis-galang-dana-untuk-korban-banjir-kalsel-gempa-sulbar-nikita-mirzani-sumbang-rp-200-juta?page=all.(Online)

Prismastiwi, Emma. 2020. Media Sosial Sebagai Alat Aktivisme Modern. Diambil dari https://www.whiteboardjournal.com/ideas/human-interest/media-sosial-sebagai-alat-aktivisme-modern/. (Online)

Identitas Penulis
Nama: R. Apria Susiana
Asal Universitas: Universitas Brawijaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.