Foto : Salsabila Raihani/ Kavling10

MALANG-KAV10.Pada tanggal 14 Maret 2021 terjadi penipuan yang mengatasnamakan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya. Penipuan ini terjadi melalui pesan Whatsapp yang mengatasnamakan admin Fakultas dan Dekan FIB kepada salah satu mahasiswa FIB Program Studi Seni Rupa.

Pesan itu berisi tentang penagihan pembayaran tugas akhir skripsi yang dimulai dari registrasi, sempro, semhas, dan yudisium yang total biayanya sekitar 2,4 juta dan juga disertai tanggal tenggat pembayaran yaitu hari besoknya. Informasi terkait pembayaran tugas akhir tersebut dikirimkan oleh nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai salah satu dari teman korban. Pada pesan Whatsapp yang dikirimkan si pelaku, pelaku beralasan bahwa nomornya (teman korban) tersebut telah berganti dan korbanpun langsung menyimpan nomor tersebut tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke nomor lama (teman korban).

Beberapa saat setelah pesan Whatsapp diterima, pelaku mengirimkan link agar korban mentransfer sejumlah uang. Tentunya setelah menerima pesan singkat tersebut, korban merasa panik, mengingat di pesan tersebut tertera bahwa tenggat pembayaran adalah hari esoknya.

Karena hal itu,  korban tanpa pikir panjang, langsung mentransfer uang yang diminta pelaku tanpa meng-cross check terlebih dahulu kepada dosen pembimbing atau kaprodi maupun teman-temannya. Korban melakukan transfer uang tersebut pada tanggal 6 Maret 2021 pada pukul 18:09 WIB ke rekening atas nama Danu Putra Satria Bakti (yang mengaku sebagai salah satu admin universitas). 

Setelah seminggu kejadian berlalu, korban baru melaporkannya kepada kaprodi Seni Rupa ( Femi., S.Sn., M.Pd.). Femi Eka Rahmawati dengan cepat tanggap melaporkannya ke fakultas dan meminta agar kabar tentang penipuan ini segera disebarluaskan agar tidak terjadi kejadian yang serupa. Kaprodi meminta untuk dibuatkan suatu pengumuman terkait kejadian tersebut dalam bentuk poster dan disebarluaskan kepada seluruh mahasiswa Universitas Brawiaya.

Korban dan keluarganya memutuskan untuk tidak menindak lanjuti kasus penipuan ini dan berusaha mengikhlaskannya. Mengingat hal tersebut juga merupakan ketidak telitian korban dalam menerima informasi. Dalam akhir wawancara, beliau berpesan untuk seluruh mahasiswa dan mahasiswi di kala pandemi agar berhati-hati dan lebih teliti dalam memilah informasi.

“Dalam situasi seperti ini, semua informasi mengenai kemahasiswaan didapatkan secara online. Maka dari itu saya harap kedepannya agar para mahasiswa dan mahasiswi dapat lebih memilah mana informasi yang asli atau tidak, karena jika terkait pembayaran seperti itu, tentunya pasti ada surat resmi yang keluar dari fakultas maupun universitas”. Jelas Femi Eka Rahmawati selaku kepala program studi seni rupa FIB UB.

Meskipun isu ini merebak di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya UB. Namun beberapa mahasiswa belum mengetahui adanya penipuan yang mengatasanamakan FIB UB. Salah satu mahasiswa FIB, Shintya Dafas menjelaskan dia mendengar kabarnya, tapi tidak mengetahui secara pasti adanya penipuan terhadap mahasiswa tingkat akhir di FIB UB.

“ Jika saya melihat dari sudut pandang penipunya sudah pasti negatif, tapi kita tidak tahu motif apa yang melatarbelakangi penipu melakukan hal tersebut, entah karena ekonomi atau ada maksud lain.” jelasnya dalam wawancara via Whatsapp.

Dia mengakui tidak ada yang menjadi korban penipuan tersebut yang berasal dari program studinya, Pendidikan bahasa jepang. Dia juga berpendapat bahwa tindakan yang dilakukan oleh fakltas dengan memberikan informasi dan konfirmasi tentang isu penipuan di laman resmi serta media sosial milik faultas adalah solusi yang tepat.

Penulis : Tsamara Salwa Ashidiqie

Editor : Faisal Amrullah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.