TENTANG KAMI

UAPKM (Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa) adalah lembaga yang bergerak di bidang Jurnalistik. Lahir pada tanggal 16 April 1983 dengan SKK no. 002/SK/BKK/1983. Secara umum, UAPKM memiliki struktur keorganisasian yang terdiri dari Biro Umum (Pimpinan Umum, Sekretaris, Bendahara), Departemen Redaksi (Redaksi Online & Cetak), Departemen Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang), dan Departemen Eksternal (Jaringan & Marketing Komunikasi).

Secara mendetail, UAPKM memiliki beberapa aspek yang dapat dikenali, misal logo. Logo UAPKM berbentuk segitiga terbalik dengan background warna merah dan tangan yang menunjuk keatas dan dibawahnya ada pena. Filosofi dari logo tersebut yakni bentuk segitiga melambangkan salah satu bentuk berita. Sedangkan untuk warna merah melambangkan keberanian, dan tangan yang menunjuk ke atas melambangkan kebenaran yang dijunjung tinggi. Kemudian, pena adalah lambang dari alat perjuangan yang digunakan, simbol dari dunia tulis menulis.

Media yang dimiliki oleh UAPKM ada tiga jenis yang utama. Pertama, majalah Kavling 10 adalah majalah tahunan yang diterbitkan oleh Redaksi Cetak Kavling10. Kedua, buletin Swara Brawijaya yang terbit 3-4 bulan sekali. Ketiga, Jurnal PKK Maba yang berbentuk buletin yang digarap setiap momentum penerimaan mahasiswa baru. Serta media online www.kavling10.com yang diisi rutin setiap harinya dan media magang bagi anggota baru.

Dilatarbelakangi oleh rezim represi Orde Baru pasca peristiwa Malari (Malapetaka Lima belas Januari) tahun 1974 dan bekunya IPMI sebagai wadah aktualitas pers mahasiswa nasional, wadah dari terbentuk kelompok diskusi mulai marak pada tahun 1980-an. Ini dikarenakan adanya suatu kesadaran akan pentingnya suara kritis mahasiswa. Begitu pula dengan keberadaan UAPKM sebagai awal dari kelompok studi mahasiswa Unibraw yang mendirikan organisasi di bidang jurnalistik. Para pendirinya terdiri dari Kumara (Fakultas Hukum), Hasyim (Fakultas Ilmu Administrasi), Riza Pahlevi (Fakultas Ilmu Administrasi), Andar Pradana (Fakultas Hukum), Deny FAM (Fakultas Hukum), dan Mondry (Fakultas Peternakan).

Tidak tercatat dengan jelas sejarah gerakan awal dari unit aktivitas pers mahasiswa, yang tercatat hanya sebagian kecil seperti penambahan nama “kampus” (Perpusmawa) tahun 1985 pada periode kepengurusan Agus Lelono. Kemudian dengan adanya surat edaran Dikti No. 849/9/T/1989, tentang perubahan nama dan juklak kerja organisasi kemahasiswaan, maka kata “Pers” harus diganti dengan kata “Penerbitan”, sehingga menjadi unitas Penerbitan Kampus Mahasiswa (Penpusmawa). Hal ini menjadi hambatan, karena dengan perubahan nama itu juga berpengaruh pada AD/ART Perpusmawa, yang pada akhirnya menekankan pada konsep kerja belaka (kuli-kuli penerbitan), sehingga tidak mengena pada konsep jurnalistik yang sesungguhnya. Maka pada periode Kuntarto Adi (1997-1998), nama Unit Aktivitas Penerbitan Kampus Mahasiswa diganti kembali pada Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UAPKM). Sejak saat itulah, nama UAPKM tidak berganti dan berubah nama. Hingga sampai saat ini, masih tetap dipakai dan diperkenalkan.

Disisi lain, di dalam nama UAPKM itu sendiri masih terselip nama “Kavling 10” sebagai identitas pengenal. Menurut sejarah, Nama Kavling 10 adalah nama sebuah diskusi eksternal yang melibatkan semua pihak, khususnya mahasiswa. Nama Kavling 10 diambil dari nama Sekertariat yang terletak di gedung UKM no Kav.10. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, nama Kavling 10 mulai melekat menjadi identitas tersendiri bagi awak UAPKM. Persis saat, letak sekertariat UAPKM di daerah Ketawanggede. Orang-orang lebih mengenal istilah Ketawanggede sebagai identitas bagi awak UAPKM pada saat itu. Hingga hari ini, nama Kavling 10 tetap diperdengarkan dan masih dipakai oleh awak UAPKM sebagai identitas memperkenalkan diri.

Selain nama, berbicara tentang sejarah gerakan pers mahasiswa tentu selalu identik dengan media sebagai alat perlawanan. Dari arsip sejarah yang saya baca, awal dari UAPKM bergerak dalam hal penerbitan media pada tahun 1989. Mimbar Mahasiswa yang menjadi ujung tombaknya. Kemudian menyusul majalah Ketawanggede pada tahun 1992 pada kepengurusan Asep Wahyu. Namun tak bertahan lama, setelah cetak 3 edisi berturut-turut, tahun 1994 majalah Ketawanggede dibreidel dengan alasan tertentu. Saya tidak tahu persis bagaimana media dibawah tahun 1989, yang saya tahu bahwa pada tahun 1986-1989 adalah fase dimana seluruh organ pers mahasiswa berkumpul dan berfikir bagaimana menjawab tantangan tentang pengerdilan peran intelektual di kampus oleh rezim represif orde baru.

Mimbar mahasiswa adalah media yang masih dipakai awak UAPKM dalam menyalurkan tulisannya disaat majalah Ketawanggede dibreidel. Eksistensi Mimbar mahasiswa terhenti pada tahun 2009 saat Faiz Nashrillah menjabat Pemimpin Redaksi Terkahir. Bukan karena pembreidelan, Mimbar Mahasiwa dihentikan karena rektorat selaku partner dalam penerbitan Mimbar berusaha untuk mengintervensi konten dari berita yang dibuat oleh pihak UAPKM. Serta mengalami kemandegan cetak selama dua tahun berturut-turut. Maka, diputuskan untuk diberhentikan karena menghambat aktivitas dan kreativitas awak UAPKM. Kemudian Mimbar Mahasiwa diganti dengan media buletin Kavling 10 yang terbit setiap dua bulanan. Setelah cetak tiga edisi, buletin diputuskan untuk ditransformasikan ke format majalah. Maka hingga hari ini, majalah Kavling 10 masih tetap dalam format majalah.
Selanjutnya, nama “Ketawanggede” kembali dimunculkan menjadi media yang berbentuk manuskrip tembok. Saat Kronik Kampus (bulletin harian UAPKM) mengalami kemandegan dalam penerbitan. Kronik Kampus adalah bagian dari sejarah media yang dimiliki oleh UAPKM. Kronik Kampus mulai terhenti saat periode Uma Nadhif (2009-2010). Selanjutnya bentuk dan penamaan masing-masing media terus mengalami transformasi di tiap periode kepengurusan.

 

STRUKTUR ORGANISASI

  • BIRO UMUM
  • PEMIMPIN UMUM
  • Debbie Julia Gibson
  • SEKRETARIS UMUM
  • Nuril Zainal Fanani
  • BENDAHARA UMUM
  • Gemilang Ayu Maulida
  • REDAKSI
  • PEMIMPIN REDAKSI
  • Oky Prasetyo
  • REDAKTUR PELAKSANA ONLINE
  • Abdi Rafi Akmal
  • STAF ONLINE
  • Qotrunnada
  • REDAKTUR PELAKSANA CETAK
  • Triska Kharismaningrum
  • STAF CETAK
  • Tri Supriansyah
  • PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
  • Lulu Nafiz Fauziyah
  • WAKIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
  • Rinto Leonardo S
  • MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
  • Aprilia Tri
  • KADERISASI
  • Ivan Yussuf
  • KOORDINATOR TIM KREATIF
  • Dewa Oka Prabawa
  • EKSTERNAL
  • Ima Dini Shafira
  • WAKIL EKSTERNAL
  • Diana C.T. Purba