Ilustrasi : Tita Tungga Dewi

Oleh : Anita hayatun Nufus (Kontribusi Pembaca)

Selamat malam,
Ah saya lupa
Mereka hanya mengenal siang
Bara-bara membara
Bujuk rayu nestapa yang terkungkung oleh lolongan singa
Bergelayut manja, mencungkil hak-hak orang biasa
Mereka membual
Bicara tentang hak yang kan dikawal
Nyatanya, dari merekalah berawal
Janji manis yang tak ubahnya sampah
Semu, kelabu
Sok memberi arah
Nyatanya, hanya menjadikan kami boneka payah
Yang dhuafa makin susah
Yang kaya tak hentinya bikin resah
Kami, rakyat kecil yang terlindas oleh ambisi
Hingga 3 generasi
Dikorbankan demi keinginan duniawi
Itu dalihnya sih,
Tapi apa dikata
Mereka kuat dengan digdayanya
Kita kuat dengan harapan yang setiap hari
bak mata lilin diganasnya angin laut
Berjuang mati-matian,
Mempertahankan
Lantas akhirnya, kita kalah sebab
Kita bukan tandingan
Generasi yang hancur sebab ambisi
Dan manusia yang tak pernah manusiawi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.