Tampak suasana daerah bundaran UB dari gedung Fakultas Ilmu Komputer (Filkom). Foto: Ranti

MALANG-KAV.10 Mengikuti tahun 2020, UB tetap akan meniadakan test tertulis jalur mandiri pada penerimaan mahasiswa baru 2021. Nantinya, calon mahasiswa yang mendaftar di jalur mandiri akan diseleksi melalui nilai UTBK dan nilai rapor.

“Keputusan memang belum diumumkan, pimpinan belum menyampaikan secara resmi, tapi melihat kondisi saat ini dan juga kemungkinan-kemungkinan (lain, red), yang terjadi masih sama dengan tahun 2020 karena pandemi,” kata Kepala Bagian Perencanaan, Akademik, dan Kerjasama UB Heri Prawoto Widodo saat diwawancarai awak Kavling10 pada Selasa, (2/3).

Keputusan itu, jelas Heri, diambil karena pertimbangan untuk menghindari terjadinya kecurangan.

“Kita tau sendiri, tes secara luring di tempat saja masih banyak joki. Bisa nggak menjamin daring di rumah itu nggak ada yang membantu? Risikonya tinggi mana?” jelasnya.

Meskipun beberapa universitas tetap melaksanakan test tertulis, namun menurutnya pihak UB tidak ingin mengambil risiko.

“Karena bisa mendatangkan banyak orang dengan bersama-sama untuk mengikuti tes di Universitas Brawijaya (jadi bahaya, red). Kalau UTBK waktunya dua minggu untuk mengikuti tes di kampus, tapi kalau untuk mandiri dalam waktu sepanjang itu, nggak cukup waktu kita,”

Heri melanjutkan bahwa nantinya jalur mandiri akan terbagi menjadi tiga pintu. Yaitu S1 Reguler, S1 Disabilitas, dan Mandiri Vokasi dengan klaster yang berbeda-beda.

Jalur Khusus Disabilitas

Sebagaimana yang sudah tertera dalam laman Selma.ub.ac.id, calon mahasiswa penyandang disabilitas memiliki jalur khusus yakni Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD).

“Jadi ikut di jalur Mandiri, tapi calon mahasiswa disabilitas tetap bisa mendaftar dengan jalur melalui SNM maupun SBMPTN. Tapi masa pendaftarannya dan jadwalnya aja yang PSLD sendiri (beda, red),” pungkasnya.

Jalur masuk calon mahasiswa penyandang disabilitas sendiri berada dibawah naungan pengelolaan PSLD (Pusat Studi dan Layanan Disabilitas) UB.

Pada tahun ini, UB masih tetap membuka jalur pendaftaran seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri. Dengan kuota penerimaan SNMPTN sebanyak 30%, SBMPTN 40%, dan Mandiri 30%.

“Kita sudah update informasi penerimaannya, baik itu rasio mahasiswa (setiap, red) prodi dengan keketatannya berapa, persenanannya bagaimana, itu semua ada disitu (youtube UBTV, red),” tuturnya.

Sementara jalur masuk SNMPTN yang sebelumnya sudah dibuka, tinggal menunggu pengumuman pada 22 Maret mendatang.

Penulis: Asy-syaima Puti Azzahra, Yesy Nadilla
Editor: Widiyaningrum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.