MALANG-KAV.10 Program Vaksinasi terhadap tenaga pendidik Universitas Brawijaya diperkirakan rampung bulan April. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Anshory yang bertugas sebagai Satgas Penanggulangan Covid-19 UB. Sampai Rabu lalu (24/03), sudah sekitar 2500 sivitas akademika UB yang telah divaksin. Program vaksinasi tersebut dilaksanakan di gedung Samantha Krida.

“Vaksinasi di UB sudah dilakukan dengan sistem nomor antrian dan klasterisasi,” ujar dr. Anshori menjelaskan. “Tenaga pendidik yang belum divaksin masih menunggu antrian,” lanjutnya.

Untuk saat ini sivitas UB yang telah menerima vaksin dosis pertama adalah sivitas di rektorat UB, FK, FKH, FT, FH, MIPA, FP, dan FIA.

Meski begitu, pelaksanaan vaksinasi dikabarkan sempat mengalami penundaan. Hal ini disampaikan oleh salah satu dosen FISIP, Muhammad Riza. Ia menuturkan bahwa seharusnya ia menerima vaksin pada 15 Maret lalu. Setelah dibatalkan jadwal vaksinasinya pada tanggal 15 Maret lalu, Muhammad Riza mengaku belum mengetahui jadwal vaksinasinya yang terbaru.

“Belum (tahu, red). Masih menunggu pemberitahuan dari UB,” tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Anik Susanti yang juga dosen FISIP. Sesuai jadwal yang diterima sebelumnya, seharusnya ia divaksin pada 15 Maret lalu.

“Saya nggak menerima pemberitahuan alasannya kenapa ya, cuma yang saya tahu sih ini reschedule,” ujarnya.

Anik mengaku tidak tahu menahu terkait konfirmasi lebih lanjut terkait penjadwalan vaksinasi dosen-dosen FISIP. Meski begitu, penjadwalan ulang tidak menjadi masalah bagi dosen Sosiologi tersebut. Ia mengaku hanya akan mengikuti regulasi yang ada dari pihak kampus.

“Saya juga anggap pengunduran ini semacam menguatkan hati supaya tidak takut disuntik, soalnya saya juga deg-degan (belum tahu, red) seperti apa proses suntiknya,” kata Anik.

dr. Anshory mengatakan bahwa penjadwalan ulang beberapa tenaga pendidik tidak dapat disebut penundaan. Pasalnya penjadwalan ulang ini terkait dengan ketersediaan vaksin yang diberikan oleh Dinas Kesehatan. Pihak kampus hanya dapat menyesuaikan dan menjadwalkan ulang.

“Jadwal vaksinasi berikutnya menunggu dropping obat selanjutnya dari Dinkes, akan dijadwalkan oleh satgas,” tegasnya.

Meski terjadi penjadwalan ulang vaksinasi, dr. Anshory berharap vaksinasi bisa terlaksana secara menyeluruh bulan April depan.

“Karena kita juga sudah diprioritaskan oleh Dinkes, bila datang vaksin baru maka kita akan dapat vaksin,” jelas dr. Anshory

Lebih lanjut, ditanyakan mengenai rencana perkuliahan tatap muka semester depan di UB berkaitan dengan pemberian vaksin, dr. Anshory tidak banyak berpendapat.

 “Terkait rencana kuliah tatap muka saya tidak berkenan menjawab, bisa menghubungi pihak rektorat yang akan memutuskan hal tersebut kemudian,” ujarnya.

Penulis: Moch. Fajar Izzul Haq
Kontributor: Alifiah Nurul Izzah
Editor: Priska Salsabiila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.