Ilustrasi : Gagah Putra Fajrin
Oleh : Senia Nefalina (Anggota Magang)

Resahnya yang tidak ia sampaikan
Inginnya yang tidak ia utamakan
Rasa sesak yang tidak tertahankan
Mengambil bagian dari setiap tindakan

Pembawa darah perbedaan
Hatinya kebal dilatih kenyataan
Tergambar di garis kehidupan
Penuh tekanan menempa dirinya perlahan

Wejangan dari ayah jangan banyak bertingkah
Berlaku baik jangan banyak bicara
Hidup tenang jangan pancing keramaian
Pahit rasanya diam dengan pikiran
Namun apa daya, lidah juga tidak bernyali
 
Satu percaya yang ditanamkan
Lebih baik diam daripada dibungkam
Bukan salah mereka yang terlanjur curiga
Tapi sejarah yang terlampau kelam
 
Sejak kecil ia sadar perbedaan
Terakhir kali menggugat sejarah
Hanya pahit yang bisa dirasa
Pun masih kecil tidak juga tau apa artinya
Dewasa akhirnya berteman resah
 
Dewasa wejangan ayah bisa dimengerti
Diam memang bisa menjadi jalan
Tapi resah yang ada di kepala, perlu diajak bicara juga
Aksara jadi harap untuk bercerita
Ketika aku hilang direnggut semesta, hanya resah ini yang tersisa
Dari gadis pembawa darah perbedaan
Mau sampai kapan kita saling curiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.