Potret Gedung Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB. Foto: Izzul

MALANG-KAV.10 Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB membangun GOR mahasiswa yang menghabiskan dana sekitar 10 milyar. Pembangunan GOR terbilang singkat karena telah selesai sejak mulai dibangun pada Juli 2020.

Mantan Presiden BEM FIA UB periode 2020 Ragil Ramadhan Adhiguna menilai pembangunan ini terkesan mendadak. Akan tetapi, pihak dekanat FIA membantah karena bangunan itu sudah direncanakan sejak 4 tahun lalu.

“Terkesan dadakan dan mungkin kurang dibutuhkan untuk kondisi pandemi sekarang ini. Karena belum bisa dipakai juga kan. Belum bisa ke kampus juga,” ungkap Ragil saat diwawancarai awak Kavling10 pada Senin, (22/2).

Senada dengan Ragil, Arif Fadhilla selaku Presiden BEM FIA UB 2021 mengatakan bahwa dekanat kurang memberikan informasi tentang pembangunan gelanggang ini. Mahasiswa FIA sendiri baru mengetahui perihal bangunan gelanggang yang kini tinggal menunggu peresmian.

“Kalau menurutku pribadi, pemberian informasinya kurang, ditambah perkuliahan kita secara online,” jelasnya saat diwawancarai diwaktu berbeda pada Rabu (24/1).

Sebagai mantan Ketua BEM FIA, Ragil menyoroti kurang tepatnya prioritas pembangunan GOR tersebut dimasa pandemi.

“Aku memandang yang sekarang ini sedang dibutuhkan dari mahasiswa FIA bukan GOR, tetapi bantuan-bantuan. Seperti bantuan secara finansial, bantuan kuota, atau bantuan untuk teman-teman yang masih kesulitan dalam kepemilikan laptop dan ponsel,” tuturnya.

Wakil Dekan III FIA UB Mochammad Rozikin menampik bahwa pembangunan GOR ini dikatakan mendadak. Ia menjelaskan jika bangunan tersebut merupakan masterplan sejak beberapa tahun lalu. Hanya saja baru terealisasi di kepemimpinan dekan yang sekarang.

“Karena ini rencana lama dan rencana itu justru sudah dibicarakan di tingkat universitas. Dan fakultas ini bagian daripada universitas. Kemudian setelah matang dan disetujui universitas (langsung dieksekusi, red). Kita bukan minta persetujuan mahasiswa,” terang Rozikin ketika dimintai penjelasan pada Rabu, (23/2).

Menanggapi pernyataan Ragil dan Arif terkait tidak adanya sosialisasi mengenai GOR ini, Rozikin lagi-lagi mengatakan bahwa hal itu tidak benar.

“Yang dilakukan oleh dekanat, kalau ada forum-forum dengan mahasiswa lewat Zoom ya kami sampaikan. Bahwa kalau ada kegiatan besar kami mencoba untuk melengkapi prasarana dengan baik, termasuk sedang menyelesaikan gelanggang prestasi ini. Itu disampaikan, setiap event ada,” tegasnya.

GOR yang disebut Rozikin sebagai gelanggang prestasi tersebut diharap dapat meningkatkan prestasi mahasiswa di bidang seni dan olahraga

“Direncanakannya (sejak, red) sebelum ada pandemi. Jadi pembangunan ini tidak ada hubungannya menghabiskan atau tidak menghabiskan anggaran yang kaitannya dengan pandemi. Nggak ada,”

Semua fakultas, kata Rozikin, diminta untuk mendukung kontrak kinerja rektor kepada menteri, terutama yang berkaitan dengan prestasi mahasiswa. Termasuk di dalamnya sokongan prestasi bidang olahraga dan seni.

“Kalau dengan gelanggang prestasi ini mahasiswa FIA bisa meningkatkan prestasinya di tingkat nasional dan internasional, maka tentu kami bisa memberikan kontribusi untuk ketercapaiannya kontrak kinerja Pak Rektor kepada Menteri,” tutupnya.

Penulis: Ach Rizal Fahmi Ilhami, Rafi Ramadhan
Editor: Widiyaningrum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.