Papan nama Fakultas Pertanian. Foto: Widiya

MALANG-KAV.10 Pemilihan Mahasiswa Wilayah (Pemilwa) sudah berlangsung sejak awal bulan Desember lalu di beberapa fakultas di UB. Sementara itu Fakultas Pertanian (FP) menjadi salah satu dari sedikit fakultas yang belum memiliki lini masa pelaksanaan Pemilwa yang jelas, karena hingga hari ini (10/1) Undang-Undang Pemilwa FP belum kunjung disahkan.

Hidayatul Kusnia selaku anggota DPM FP mengungkapkan bahwa DPM sebenarnya sudah selesai melakukan pembahasan UU Pemilwa FP 2020. Mahasiswa yang akrab disapa Nia ini juga mengatakan bahwa saat ini UU masih dalam proses pengajuan dan belum mendapatkan persetujuan dari pihak Fakultas.

“Sebenernya untuk UU Pemilwa FP sendiri sudah selesai dibahas, ya. Dan berdasarkan informasi terakhir saat ini sedang dalam proses pengajuan ke pihak fakultas atau bisa dibilang tinggal menunggu pengesahannya saja, ” Ujar Nia saat di hubungi oleh awak Kavling10 pada Senin (5/1).

Keterlambatan pelaksanaan Pemilwa FP diakui oleh Danu Dwi Putra selaku Wakil Presiden BEM FP UB 2020. Menurutnya, keterlambatan ini diakibatkan penyesuaian yang harus dilakukan FP terhadap kondisi yang ada.

“Saya akui, FP memang lebih telat dibanding fakultas lainnya. Hal ini karena masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan pandemi saat ini,” ujar Danu pada Kamis (31/12).

Nia mengungkapkan bahwa mereka belum mengetahui kapan UU Pemilwa FP 2020 akan disahkan. Tetapi, mereka memastikan bahwa pelaksanaan Pemilwa FP tidak akan diundur sekalipun bila terdapat revisi dari pihak fakultas.

Rencananya, Pemilwa FP akan dilaksanakan secara serentak dengan Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) UB. Berdasarkan lini masa terakhir yang dipublikasikan oleh panitia Pemira di akun Instagram @pemiraub, pemilihan akan dilaksanakan pada akhir  bulan Januari 2021.

“Untuk waktunya (pengesahan UU Pemilwa, red) kurang tau juga, ya. mengingat saat ini juga komunikasi (dengan pihak dekanat, red) tidak dapat dilakukan secara langsung. Tapi, pelaksanaanya gak mungkin mundur, mengingat kita serentak dengan Pemira. Jadi kalau ada revisi, dari DPM akan lebih gercep agar cepat juga pengesahannya,” Ungkap Nia.

UU yang belum disahkan ini berdampak terhadap beberapa hal, salah satunya perihal sosialisasi. Masih terdapat mahasiswa baru di Fakultas Pertanian yang belum mengerti tentang Pemilwa, mengingat sosialisasi baru akan dilakukan ketika sudah mendekati pemilihan.

“Belum (pernah mendengar istilah Pemilwa, red),” kata Wartimah, mahasiswa jurusan Agroekoteknologi FP UB angkatan 2020.

Hal ini diakui Nia. Menurutnya, ketidaktahuan mahasiswa baru merupakan hal yang wajar. Sosialisasi nantinya akan masuk ke dalam rangkaian Pemilwa. Sementara lini masa rangkaian Pemilwa baru dapat ditetapkan setelah disahkannya UU.

“Belum ada sosialisasi dari pihak kami, khususnya DPM. Untuk dapat menyelenggarakan sosialisasi perlu menunggu kelanjutan UU Pemilwa-nya disahkan terlebih dahulu karena semua sudah diatur di dalam UU. Kalau bertindak sebelum pengesahan nanti menyalahi aturan dan takut terjadi masalah untuk kedepannya,” pungkas Nia.

Penulis: Alda Silvia, Binar Septiana
Editor: Savira Alvionita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.