Ilustrasi: Haluan Kalbar

MALANG-KAV10 Universitas Brawijaya (UB) seharusnya telah merampungkan masa perkuliahan semester gasal pada penghujung tahun 2020 lalu. Namun, sampai batas akhir kalender akademik tanggal 23 Desember 2020, terdapat beberapa fakultas yang masih melangsungkan kegiatan pembelajaran.

Merujuk pada kalender akademik tahun 2020/2021, masa perkuliahan semester gasal UB dilaksanakan pada tanggal 21 September-23 Desember 2020. Masa perkuliahan yang total berjumlah 14 minggu tersebut sudah meliputi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan pelaksanaan ujian selama satu semester. Buntut ketidaksesuaian jadwal pada semester ini memantik respons dari hampir seluruh fakultas.

Dari hasil survei yang dihimpun tim Litbang Kavling10, 63% mahasiswa dari 12 fakultas dan program vokasi memaklumi adanya perkuliahan ataupun praktikum di luar jam yang telah ada. Sebanyak 37 dari 54 orang responden mengaku penambahan waktu melebihi batas yang ditentukan kalender akademik adalah untuk mengganti waktu kuliah atau praktikum.

Tidak Terpenuhinya Target Minimum Pembelajaran

Wakil Dekan Fakultas Hukum Bidang Akademik, Siti Hamidah, menganggap adanya beberapa dosen yang tidak memenuhi target minimum pembelajaran membuat kegiatan pembelajaran tidak sesuai dengan jadwal semestinya.

“Saat ini, 14 minggu itu dipadatkan untuk UTS, UAS dan sebagainya. Yang otomatis mau tidak mau kualitas pertemuan itu harus terpenuhi. Jadi di dalam peraturan Menteri dikatakan ketika dengan pembelajaran daring ini tidak boleh menurunkan  kualitas. Mungkin itu yang menyebabkan beberapa dosen agak kesulitan dalam menyesuaikan waktu,” jelasnya.

Ketidaksesuain waktu ini, lanjut Hamidah, membuat masa perkuliahan yang seharusnya berakhir pada 23 Desember terpaksa harus ditambah dengan pertemuan yang lain agar jumlah minimum pertemuan terpenuhi.

Meski begitu, Hamidah menegaskan bahwa pihak fakultas tidak mengizinkan kegiatan pembelajaran di luar jadwal yang ditentukan, tetapi masih bisa bertoleransi. Fakultas tidak pernah mengeluarkan surat pernyaataan resmi yang mempersilakan dosen untuk menambah waktu di luar ditanggal 23 Desember.

“Jika dosen kita larang memberi (pembelajaran) lebih dari tanggal 23 Desember, padahal materi baru tersampaikan 70%. Ini akan merugikan mahasiwa ketika masuk ke semester berikutnya. Kita tidak bisa stricted melarang, tetapi  ketika kita meingizinkan juga tidak semaunya sendiri. Artinya ada kesepakatan antara mahasiswa dengan dosen dalam rangka memenuhi substansi dan kewajiban dosen,” imbuhnya.

Simpang Siur Pelaksanaan UAS

Salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Surisno, memberikan tanggapan terkait ketidaksesuaian jadwal pembelajaran. Ia menyebut, sampai batas akhir masa perkuliahan, memang sudah tidak ada dosen yang melangsungkan proses KBM. Namun, masih tersisa satu mata kuliah yang belum melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS).

“Kalau di FIA, terutama di kelasku, kegiatan pembelajaran enggak lebih dari tanggal 23 (Desember, Red), tapi kalau UAS lebih dari tanggal 23,” terangnya.

Lebih lanjut Surisno menjelaskan, terkait waktu pelaksanaan UAS di fakultasnya tergantung pada dosen. Khusus dalam pelaksanaan UAS, ia tidak mempermasalahkan adanya penambahan waktu di luar batas masa perkuliahan.

“Kalo online lebih enak diperpanjang karena bisa mengerjakan UAS dengan maksimal.” jelasnya.

Senada dengan Surisno, mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK), Herliana Novianti, mengungkapkan sudah tidak ada lagi kegiatan pembelajaran yang berlangsung melebihi masa perkuliahan. Hanya, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di FK baru tuntas pada tanggal 22 Desember 2020, sehari sebelum masa perkuliahan pada kalender akademik berakhir.

“Kalo ga salah ya, kayaknya hari Selasa tanggal 22 Desember (selesai pembelajaran),” ujar mahasiswi yang akrab disapa Lia tersebut.

Meski begitu, kata Lia, pada mulanya dosen pengajar sudah menetapkan pelaksanaan UAS pada tanggal 20 Desember 2020 dan dijadwalkan berakhir sekitar seminggu setelahnya. Namun, ia menyayangkan adanya perubahan jadwal tak tentu oleh dosen sehingga saat pelaksanaan UAS di FK berlangsung, masih terdapat proses KBM yang berjalan.

“UAS dimulai tanggal 20 dan setiap hari hanya satu matkul, karena takut memberatkan. Tanggal UAS sebenarnya sudah ditetapkan, tetapi kemudian dosen mengganti-ganti jadwal tanpa ada penjelasan mengenai hal tersebut. Jadinya, mahasiswa yang harus langsung menanyakan kepada dosen jadwal pasti untuk UAS. Waktu UAS juga masih ada tugas dan materi karena capaian pembelajaran belum terselesaikan,” keluhnya.

Penulis: Aurelya Dinda Pratiwi (Anggota magang Kavling10)
Editor: Zainal Mustofa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.