Ruang kelas (masih) kosong. Foto: Priska

MALANG-KAV.10 Menyusul pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengenai diperbolehkannya pembelajaran tatap muka (20/11), Universitas Brawijaya telah membuat persiapan untuk melakukan perkuliahan secara luring. Meski pada akhirnya Rektor Universitas Brawijaya memutuskan untuk tetap melakukan perkuliahan secara daring pada semester genap tahun 2020-2021 dengan dikeluarkannya Surat Edaran Rektor No. 9667/UN10/PP/2020 pada 8 Desember lalu.

Persiapan yang telah dilakukan UB melalui Tim Monitoring Evaluasi Fasilitasi Implementasi (Monefvas) Kampus Tangguh untuk perkulihan secara luring adalah pemetaan kebutuhan untuk melihat mata kuliah mana yang bisa dilakukan secara luring. Selain itu para dosen juga membuat alternatif setting perkuliahan lain.

“Kalau nanti terpaksa harus luring, maka dilakukan setting atau pembuatan metode pembelajarannya secara bergiliran khususnya untuk mata kuliah yang praktikum. Itu alternatif yang dipersiapkan. Selain itu, untuk menopang perkuliahan ke depan juga ada beberapa fakultas seperti Fakultas Hukum yang menyiapkan kelas virtual. Di mana dosennya datang ke kampus tapi mahasiswa tetap berada di rumah masing-masing,” Jelas Wakil Ketua Monitoring Evaluasi Fasilitasi Implementasi (Monefvas) Kampus Tangguh Aam Eko Widiarto (1/12) melalui sambungan telepon.

Persiapan tersebut tadinya diupayakan oleh tim Monevfas Kampus Tangguh untuk perkuliahan luring di semester genap tahun ajaran 2020-2021. Persiapan lain adalah memberikan izin untuk mahasiswa tingkat akhir untuk melakukan praktikum dan konsultasi tugas akhir secara luring dikampus.

“Khususnya bagi mahasiswa yang mengerjakan penelitian tugas akhir, itu pasti akan diprioritaskan. Sedangkan untuk perkuliahan biasa itu yang prioritas berikutnya, untuk yang mahasiswa tugas akhir saat ini pun sudah berjalan. Dari fakultas eksakta, misalnya, itu (kegiatan luring, red) sudah berjalan untuk tugas akhir saja,” lanjut Aam.

Pandangan Mahasiswa

Diadakannya kuliah daring tidak serta merta membuat mahasiswa puas. Beberapa mahasiswa berharap agar  perkuliahan secara luring dapat dilakukan secepatnya, terutama bagi mahasiswa baru angkatan 2020.

“Kuliah tatap muka secara offline tetap dibutuhkan ya, karena kalau daring ini kan jadi kaya rumahnya di desa dan punya keterbatasan device jadi nggak bisa kuliah walaupun sudah terdaftar sebagai mahasiswa. Kalau secara offline kan bisa belajar bersama secara merata,” jelas Dzulfiqar Wira Pratama, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB Angakatan 2020.

Menurutnya, perkuliahan daring mengandung sisi positif dan negatif yang tidak bisa ditampik.

“Plusnya yang pertama nggak nyari kos, jadi di rumah sendiri. Minusnya mungkin masa orientasi sendiri tidak ada, mahasiswa baru tapi ospeknya nggak ada, jadi nggak benar-benar ospek. Yang kedua, mungkin ini pribadi kurang bisa fokus kalau di rumah. Perbedaan antara kuliah langsung dan kuliah online perhatiannya kalau di online bisa terganggu,” imbuh Dzulfikar.

Meski sama-sama mengakui adanya sisi positif dan negatif perkuliahan daring, terdapat pandangan yang berbeda dari mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi angkatan 2020 Muhammad Zakwan. Zakwan mengaku setuju dengan perpanjangan kuliah daring yang ditetapkan oleh Universitas Brawijaya.

“Dari saya sendiri menganggapnya tidak apa-apa, online. Karena ini menurut saya mungkin keputusan terbaik yang bisa dikeluarkan rektorat mengingat malang sendiri kasus Covid-19 sedang meningkat dan kemarin juga da kabar bahwa 75 civitas akademika di UB yang mengidap Covid-19,” kata Zakwan.

Untuk menyiatasi perkuliahan yang masih tetap daring, menurut Zakwan, pihak kampus masih perlu menyiapkan mekanisme terbaik. Khususnya untuk mata kuliah yang melibatkan kegiatan praktikum dari jurusan-jurusan eksakta. Hal ini dirasa krusial karena prosedur praktikum secara daring berisiko tidak cukup memberikan pemahaman terhadap mahasiswa.

“Namun disisi lain saya terpaksa harus menerima nanti misalnya kalau ada praktikum yang dilaksanakan secara online. Hal ini harus membuat Jurusan Gizi lebih siap lagi menyiapkan kurikulum yang terbaik untuk praktikum online agar mahasiswa paham dan sama pahamnya dengan praktikum secara offline, “ pungkas Muhammad Zakwan

Penulis: Faisal Amrullah
Kontributor: Agung Mahardika
Editor: Priska Salsabiila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.