Ilustrator: Priska

MALANG-KAV.10 Selama pandemi, kasus pelecehan seksual berbasis online turut menghantui civitas akademica UB. Seperti diungkap oleh Koordinator P3 (Pemberdayaan Perempuan Progresif) EM UB Karina Damayanti saat dikonfirmasi oleh awak kavling pada Senin (30/11), selama periode 2020 telah ada 13 kasus yang sudah dilaporkan baik dari kekerasan fisik, revenge porn, dan kekerasan gender berbasis online.

Terkait dengan tindak lanjut dari pelaporan penyintas pelecehan seksual sendiri, Karina menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa pihak internal UB untuk membantu korban menyelesaikan masalahnya,

“Kalau kerjasama ya tergantung dengan fakultas terkait. Biasanya kalau korbannya minta pelaku disanksi kami melaporkan ke rektorat, tapi karena dari rektoratnya sendiri kadang masih lambat prosesnya, kami alihkan juga ke BEM Fakultas untuk bantu advokasi ke dekanat,” tuturnya.

Sejauh ini jenis pendampingan yang dilakukan P3 untuk para penyintas pelecehan seksual dapat berbentuk layanan psikologi atau bantuan hukum tergantung kemauan dari korban sendiri. Menanggapi hal ini, Ika Herani, Psikolog sekaligus dosen Psikologi Universitas Brawijaya mengatakan bahwa melaporkan kasus pelecehan seksual ke pihak berwenang memang dapat membantu korban untuk merasa lebih lega.

“Jika kita lapor memang bisa melegakan, artinya akan ada proses solusi atau ada semacam proses punishment terhadap pelaku atau juga pembelajaran untuk orang lain yang mungkin punya kasus sama,” terang Ika saat dihubungi awak Kavling pada Rabu (2/12).

Terakhir, Ika memberikan saran bahwa upaya yang dapat dilakukan apabila melihat, mendengar, atau menyaksikan pelecehan seksual adalah memberikan dukungan, menyarankan mereka untuk meminta bantuan psikolog apabila membutuhkan dukungan psikologis, serta melapor kejadian tersebut pada pihak berwajib.

“Laporkan kepada yg berwajib dengan bukti kuat ketika kita melihat kejadian pelecehan seksual. Pahami dulu jika korban tidak mau melapor. Jadi, temannya untuk tahu masalah apa yg membuat dia ndak mau lapor,” tambah Ika.

Penulis: Widiyaningrum, Abidah Ardelia Chosal (Anggota Magang)
Editor: Ivan Yusuf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.