Hingga saat ini, jumlah korban kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan. Namun pemerintah tetap menstagnansikan keputusannya untuk mengadakan kontestasi politik atau Pilkada di tengah masifnya implikasi wabah virus ini terhadap masyarakat. Keputusan ini menuai banyak kritik terkait teknis pelaksanaannya yang menurut masyarakat sangat potensial memunculkan klaster baru akibat pandemi.


Berbagai negara telah memutuskan untuk menunda agenda besar tersebut dengan alasan keamanan dan menekan penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri telah menetapkan tanggal 9 Desember 2020 untuk diadakannya Pilkada serentak. Dengan rasionalisasi yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, yaitu untuk menjamin hak konstitusional rakyat untuk memilih dan dipilih.

Benarkah alasan dilaksanakannya Pilkada di tengah pandemi semata-mata menjamin hak rakyat? Apakah persiapan Pilkada sudah menimbang resiko dari berbagai aspek? Tulis pandanganmu di kolom komentar, mari kita kawal bersama!

Infografik/Ima Dini Shafira

Data: Litbang Kavling10

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.