Ilustrasi: Okezone

MALANG-KAV.10 Sejak pelaksanaan wisuda offline terakhir pada Februari 2020, Universitas Brawijaya belum lagi kunjung melaksanakan wisuda hingga sekarang (18/10). Akibatnya, para mahasiswa yang seharusnya sudah lulus sempat kebingungan mengenai nasib ijazah mereka.

Mengenai hal ini, pada Selasa (13/10) pihak rektorat UB melalui Wakil Rektor I Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. drh. Aulanni’am Bidang Akademik mengonfirmasi bahwa UB akan segera melaksanakan wisuda daring, sebagaimana yang sudah disampaikan pihak Rektorat melalui UBTV.

 “Sesuai hasil pertemuan dengan Pimpinan Fakultas/Dekan telah disepakati pelaksanaan Wisuda secara online untuk periode 9 – 12 pada bulan Oktober dan November 2020. Tanggal pastinya akan diumumkan di web UB,” jelas Aulanni’am.

Sebelumnya, dari mahasiswa sendiri mengaku merasa ditelantarkan oleh pihak kampus dengan keterlambatan informasi mengenai wisuda yang diberikan. Khususnya sejak awal hingga pertengah tahun ini.

Noorvy Urba Aprilia, mahasiswi Perpajakan vokasi, 2017 mengatakan bahwa ia telah menunggu kejelasan tekait pelaksanaan wisuda sejak bulan Juli lalu.                               

“Aku jadi ragu mau daftar (wisuda, red) atau enggak. Gimana ya, nggak semua perusahaan mau nerima surat keterangan lulus, jadi kita juga butuh ijazah. Tapi waktu wisudanya itu juga nggak jelas gitu loh,” ungkapnya ketika diwawancarai pada Jumat (2/10).

Senada dengan Noorvy, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2016, M. Gunawan Wibisono menyampaikan keluhannya. Gunawan mengatakan bahwa dirinya telah menghubungi beberapa pihak seperti BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UB,  EM UB, hingga wakil rektor untuk menanyakan kejelasan wisuda. Sebab jadwal Wisuda Periode 12 yang didapatkannya di akun SIAM Gunawan tidak dibarengi dengan informasi wisuda akan dilaksanakan.

Ketika diwawancarai pada hari yang sama, ia bahkan mengaku telah dikirimi oleh pihak IKA (Ikatan Keluarga Alumni) UB mengenai survei pekerjaan untuk para alumni.

“Terus selama delapan bulan ini saya udah 2 perusahaan nolak karena permasalahan ijazah. Ada institusi negara sama ada swasta, saya nggak berani nyebutkan. Cuman memang ada permasalahan yang seharusnya sepele banget, cuman karena udah di SOP yang mengharuskan pake ijazah, akhirnya saya kalah, gugur. Nggak masuk di perusahaan itu,”  ungkap Gunawan.

Oleh karena itu, Gunawan mengatakan bahwa ia sangat setuju jika UB ingin melaksanakan wisuda daring sebagai solusi dari kegiatan wisuda yang telah tertunda ini. Karena ia merasa sangat terbebani dengan ijazah mahasiswa yang harus tertahan karena belum dilaksanakannya wisuda tersebut.

“Tapi apa ya, kita nggak bisa menyalahkan. Karena inikan natural disaster gitu ya. Kalau misalnya kita berdemokrasi, kalau pengen voting wisudanya online atau offline, dan ternyata onlinenya menang dan offlinenya kalah, yaudah diharuskan online. Tapi ya itu, based on data. Jangan sampe mengatasnamakan mahasiswa tapi belum survei. Itu yang dipermasalahkan,” tambahnya. 

Lebih lanjut, Wakil Rektor I juga memaparkan banyaknya permintaan yang masuk ke Pimpinan Fakultas dan Universitas yang mengatakan bahwa mahasiswa masih berkeinginan untuk memunggu wisuda offline. Namun akhirnya UB tetap memutuskan untuk melaksanakan kegiatan wisuda secara online.

Penulis: Ranti Fadillah
Editor: Priska Salsabiila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.