Ilustrasi: MediaKonsumen

MALANG-KAV.10 Sejak 22 September 2020, pemerintah telah berangsur-angsur menyalurkan bantuan kuota data internet kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen di seluruh Indonesia. Namun, bantuan tersebut masih belum kunjung dirasakan mahasiswa Universitas Brawijaya. Padahal, kegiatan perkuliahan sudah berjalan tiga pekan.

Dikonfirmasi mengenai hal ini pada Senin (5/10), pihak rektorat UB tidak mengetahui penyebab pasti bantuan kuota Kemendikbud untuk mahasiswa UB tidak kunjung turun. Meski menurut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Abdul Hakim, data nomor telepon mahasiswa UB sudah diajukan ke Kemendikbud.

“Kalau kuota yang memproses itu Kemendikbud dari data mahasiswa yang ada di PDPT (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) itu. Kita (Rektorat, red) sudah kasihkan nomor HP-nya, ya tinggal nunggu dari Kemendikbud saja,” kata Hakim

Diwawancarai secara terpisah, Kepala Bagian Perencanaan Akademik dan Kerjasama Heri Prawoto menyampaikan hal serupa.

“Kita sudah mengajukan, tapi yang mengeksekusi Dikti. Seluruh data sudah dikirim tanggal 20 September. Belum ada jawaban dari pusat, cuma dicentang dua. Permasalahan kuota ini kan juga melalui pihak ketiga, tidak bisa cepat,” ujar Heri.

Para mahasiswa sangat menyayangkan bantuan kuota yang tak kunjung didapatkan. Padahal, bantuan kuota tersebut dibutuhkan oleh mahasiswa. Alifa Hikmafitya mahasiswa FMIPA merupakan salah satu mahasiswa yang mengaku heran terkait tidak kunjungnya bantuan kuota dari Kemendikbud turun .

“Sangat membutuhkan (kuota internet, red) karena selama pandemi ini kan sudak tidak nge-kos, jadinya tidak ada insentif dari orang tua. Kalau misalkan mau beli kuota atau butuh kuota internet, kalau tidak mencari wi-fi gratis di kedai atau ya paling dengan uang tabungan untuk membeli kuota,” ujar mahasiswa yang akrab dipanggil Afit tersebut.

Sementara itu, hampir senada dengan Afit, Ahnaf Lentera Jagad, mahasiswa Vokasi bidang keahlian Public Relations mengatakan bahwa tidak semua mahasiswa mendapatkan fasilitas internet yang memadai.

“Sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan bantuan internet, tapi mungkin individu yang lain sangat membutuhkan bantuan internet karena tidak semua individu mendapatkan fasilitas yang cukup memadai di rumah masing-masing, seperti wifi,” tegas Ahnaf.

Sebagaimana diketahui, besaran kuota data internet yang akan diterima oleh mahasiswa yaitu 50 GB per bulan yang terdiri dari 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar. Bantuan kuota data internet ini dimaksudkan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.

Penulis: Husnun Afifah
Editor: Octavio Ritung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.