Perpustakaan UB yang sedang tidak menerima pengunjung. Foto: Priska

MALANG-KAV.10 Kondisi wabah yang belum menentu membuat Perpustakaan UB masih menutup layanan fisik dan peminjaman sampai waktu yang belum ditentukan. Layanan fisik dan peminjaman sudah ditutup terhitung sejak 16 Maret 2020. Sementara itu, beberapa layanan perpustakaan dialihkan menjadi daring.

“Sejak diperintahkan tutup, Perpustakaan UB cuma melayani yang yudisum skripsi itu, sama tanggal 30 Juli buka hanya untuk pengembalian,” kata Kordinator Layanan Perpustakaan UB Agung Suprapto.

Berdasarkan Peraturan Rektor No. 35 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kampus Tangguh Universitas Brawijaya dalam Masa dan Pasca Pandemi Covid-19, Perpustakaan UB baru diperbolehkan membuka layanan mulai tanggal 18 September. Meski begitu, pihak Perpustakaan mengaku belum memastikan diperbolehkan atau belumnya pembukaan layanan fisik.

“Masih menunggu aturan dari rektorat juga. Saat ini belum ada aturan dari rektorat. Harus rapat dulu Kepala Perpus-nya sama petinggi rektorat,” lanjut Agung saat diwawancarai awak Kavling10 pada Kamis (20/8).

Meski belum ada kepastian akan membuka layanan fisik (offline), skenario mekanisme layanan fisik sudah dirancang. Nantinya, mahasiswa yang hendak meminjam buku bisa mengakses aplikasi digilib.ub.ac.id dan memilih buku yang akan dipinjam.

Kemudian pihak Perpustakaan UB akan megecek apakah buku yang akan dipinjam tersedia atau tidak. Jika tersedia, mahasiswa yang meminjam buku akan dihubungi untuk mengambil buku di gazebo perpustakan pada waktu yang ditentukan pihak Perpustakaan. Buku selanjutnya akan diantarkan petugas ke gazebo kepada mahasiswa yang bersangkutan.

“Tapi itu belum resmi ya aturannya, masih bisa berubah sesuai dengan peratuaran rektor nantinya,” jelas Agung.

Keluhan Mahasiswa dan Solusi yang Ditawarkan

Ditutupnya Perpustakaan UB selama pandemi ini sedikit banyak menyulitkan mahasiswa. Pasalnya, selama ini Perpustakaan UB menjadi salah satu andalan mahasiswa untuk mencari sumber referensi ilmiah.

“Jelas merugikan, soalnya emang biasanya kebanyakan buku-ku dari Perpus UB,” keluh Nagma, mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2018.

Selama ditutupnya layanan peminjaman buku di Perpustakaan UB, Nagma mengaku terpaksa beralih ke peminjaman buku berbasis daring seperti iPusnas, layanan daring Perpustakaan Kota Malang, atau Google Play Books.

Menanggapi mengenai hal ini, pihak Perpustakaan UB mengatakan bahwa mahasiswa masih dapat menggunakan layanan daring yang telah disediakan. Di antaranya adalah buku yang tersedia dalam format pdf.

“Nah untuk ini, kita sebenarnya ada beberapa buku yang bentuknya pdf tapi kebanyakan bahasa inggris. Bukunya bisa diakses di digilib.ub,” kata Agung.

Sementara itu, Koordinator Teknologi Informasi (TI) Perpus UB Pitoyo Widhi Atmoko secara rinci menjelaskan beberapa layanan Perpustakaan UB lain yang tersedia dan bisa diakses mahasiswa secara daring. Sampai saat ini (25/8) terdapat lima layanan yang sudah disediakan dan satu layanan yang dicanangkan dapat diakses dalam waktu dekat.

Infografik/Priska

“(Lima dari, Red) kumpulan layanan online perpustakaan sudah berjalan. Dan nomor enam, Layanan Request Peminjaman Buku Cetak secara Online, segera meluncur dalam waktu dekat,” pungkas Widhi.

Penulis: Savira Alvionita, Agung Mahardika
Editor: Priska Salsabiila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.