Sumber: Kompas.com

Genre : Komedi
Sutradara : Wahyu Agung Prasetyo
Produser : Elena Rosmeisara
Produksi : Ravacanna Films
Pemain : Siti Fauziah (Bu Tedjo), Brilliana Dessy (Yu Ning), Angeline Rizky (Bu Tri), Dyah Mulani (Yu Sam), Luli Syahkisrani (Dian), Gotrek (Gotrek)
Tahun : 2018, 2020 (Youtube)
Durasi : 32 Menit

Penulis: Husnun Afifah

Setelah berbulan-bulan di rumah saja, pencinta film Indonesia harus gigit jari karena tidak bisa menonton film bioskop terbaru favoritnya. Belakangan ini, muncul sebuah film pendek berjudul Tilik yang dirilis di YouTube Ravacana Films. Film berdurasi 32 menit ini seketika naik daun dan bisa dikatakan menjadi rajanya film pada saat ini karena film pendek ini bisa trending dalam waktu tak lebih dari 24 jam setelah diunggah.

Film pendek berjudul Tilik, kini telah menjadi perhatian. Film ini memberikan gambaran tentang kehidupan sosial di masyarakat pedesaan. Sepanjang perjalanan banyak mengambil gambar pedesaan lengkap dengan hamparan sawah yang luas. Dialog yang dibawakan dengan bahasa Jawa membuat karakter dalam film ini semakin kuat. Mobil dan motor warga pedesaan yang berlalu-lalang menambah kesan nyata bagaimana kesederhanaan kehidupan masyarakat desa yang jauh berbeda dengan masyarakat di kota-kota besar pada umumnya.

Karakter Bu Tejo dalam film ini paling menjadi sorotan. Karakter kuat dalam film ini nyatanya berhasil memancing emosi para penonton. Tingkahnya menggelitik dengan gaya ngomong yang ceplas-ceplos. Tak hanya itu, jalan cerita dan karakter yang dihadirkan juga dekat dengan realita sesungguhnya.

Film ini mengangkat kisah pergunjingan ibu-ibu di atas bak truk yang dengan sukarela berangkat dari kampungnya menuju rumah sakit. Tujuannya, untuk tilik Ibu Lurah yang tengah dirawat di rumah sakit. Tilik merupakan bahasa Jawa, yang artinya menjenguk orang sakit. Jarak antara desa dengan rumah sakit cukup jauh, maka para rombongan harus menaiki truk. Rombongan ini berangkat dengan berdiri berdesakan di atas sebuah truk sewaan yang jadi pusara cerita. Truk yang mereka sewa adalah milik seorang warga bernama Gotrek. Tak seperti Gobike yang diisi 2 orang, Gocar yang diisi 4 orang, namun Gotrek di sini dapat diisi satu kampung sekaligus, wkwkwk.

Ketika di atas truk, beberapa ibu-ibu berbincang, mengobrol, dan tentu saja bergunjing. Tilik tak sekadar menjenguk orang sakit, namun menjadi momen untuk refreshing. Diawali dari Bu Tejo yang membuka suara tentang salah satu gadis bernama Dian yang kedapatan pergi dengan anak lelaki Ibu Lurah bernama Fikri. Bu Tejo mendapatkan informasi tersebut melalui gawai miliknya. Kemudian, muncul lah serentetan opini dari para ibu-ibu. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Bu Tejo tidak berhenti ngoceh. Topiknya satu, Dian. Dian adalah perempuan yang memiliki paras cantik sehingga membuat banyak laki-laki naksir padanya.

Bu Tejo melucuti pribadi Dian di depan ibu-ibu lainnya. Kata-kata yang dipakai pun benar-benar membuat penonton geram. Mengingat, karakternya bisa kita temui di sekitar kita. Bu Tejo mempertanyakan pekerjaan Dian seperti apa? Kenapa uangnya banyak, ponsel dan motornya baru? Padahal cuma lulusan SMA dan baru bekerja. Bu Tejo berpikir bahwa pekerjaan Dian tidak benar. Segala macam asumsi keluar dari mulut Bu Tejo and the gang.

Sementara dalam rombongan tersebut ada Yu Ning, saudara jauh Dian. Ia tentu membela saudaranya yang digunjing habis-habisan oleh Bu Tejo. Namun, pembelaan Yu Ning tidak menjadi penghalang Bu Tejo untuk terus membeberkan gosip-gosip yang mengusik perjalanan mereka.

Yu Ning merupakan sosok yang positif dan open minded. Sosok ini sangat bertolak belakang dengan Bu Tejo yang super nyinyir seperti admin Lambe Turah. Bukan hanya ada Bu Tejo dan Yu Ning yang terdapat di film tersebut, ada sosok lainnya yang juga menarik perhatian. Yakni, ada Yu Sam yang selalu mencari aman, bisa A, bisa B. Lalu, ada Bu Tri yang senang mengompori suasana agar semakin panas seperti neraka, wkwkwk.

Banyak adegan dan celotehan yang membuat orang-orang merasa relate dengan kehidupan sesungguhnya ketika menonton film Tilik. Film ini memang menjadi kejutan. Skenario dan eksekusi yang ciamik membuat kita terhibur sekaligus merenung. Film ini tak perlu menggunakan skenario yang berbelit atau efek visual yang memukau sudah membuat banyak orang terpukau. Cukup dengan membuat sederhana, pesan dari film ini sampai pada penonton. Ending ceritanya pun sangat apik, penonton dibuat untuk menerka atau menafsirkan sendiri mengenai ending film ini. Dapat dipastikan penonton akan dibuat tercengang sekaligus kebingungan karena memperlihatkan adegan yang berbeda dari anggapan mereka.

Film ini membawa dua narasi. Pertama, menggaris bawahi bahwa berita hoaks banyak beredar di masyarakat. Maka dari itu, kita harus berhati-hati dalam memilah berita sehingga berita yang datang ke kita harus divalidasi terlebih dahulu baru disebarkan. Jadi, tidak bisa ditelan mentah-mentah karena berbahaya. Kedua, narasi tentang perempuan. Perempuan yang berstatus single dari zaman dahulu sudah menjadi momok bagi sebagian masyarakat. Film ini mencoba menyampaikan bahwa perempuan berstatus single juga mempunyai hak atas hidupnya dan atas penentuan hidupnya ke depan seperti apa. Jadi, kita tidak diperkenankan untuk mencela begitu saja tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Film Tilik ini wajib ditonton karena film ini dengan jujur menggambarkan kondisi sosial budaya, emosional, pola pikir masyarakat, fresh, dantentunya menarik untuk dikulik. Setting ceritanya pun sangat brilliant, simple tapi tetap menggigit dan tentunya membuat kebanyakan orang terhipnotis ketika menontonnya. Dengan menonton film ini, kita dapat teredukasi bahwa manusia memang tak selamanya putih, mereka pasti memiliki sisi hitam dan putih.

Film Tilik ini memberikan hikmah tentang pentingnya menjaga tutur kata. Walaupun apa yang kita sampaikan adalah benar, namun kita tidak berhak menghakimi hidup orang lain, apalagi sampai menyebarkan ke orang lain. Selain itu, apabila kita mendapatkan informasi dari mana pun, kita harus menyaring terlebih dahulu sebelum menyebarkan berita tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.