Kepala UTD PMI Kota Malang Enny Sekar sedang menjawab pertanyaan dari wartawan (tengah). Foto: Abdi

MALANG-KAV.10 Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Malang menjelaskan bahwa Kota Malang mengalami penurunan jumlah pendonor sejak pandemi merebak di Indonesia pada Maret lalu. Hal ini diakibatkan karena potensi tersebesar pendonor di Kota Malang berasal dari mahasiswa. Maka, Hari Donor Darah Dunia pada 14 Juni 2020 menjadi momentum untuk kembali meningkatkan antusiasme pendonor, pada umumnya masyarakat Kota Malang, untuk mendonorkan darah.

“Penurunan pendonor cukup besar karena potensi pendonor, khususnya di Kota Malang, dari mahasiswa. Dari semua kampus di Malang yang rata-rata membantu kebutuhan darah di Malang. Jadi karena pandemi dan kampusnya libur, persediaan darah di PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Malang sangat terdampak,” kata Sekretaris II PDDI Kota Malang Puryadi.

PMI Kota Malang memiliki sistem pantauan harian untuk mengecek ketersediaan stok darah. Berdasarkan keterangan terakhir dari PMI Kota Malang (14/6), stok darah di kota ini masih aman paling tidak sampai empat hari ke depan.

Meski begitu, Puryadi menyatakan batas aman stok darah adalah tujuh hari ke depan. Persediaan stok darah ini, selain diperlukan oleh pasien yang rutin membutuhkan darah donor, juga diperlukan untuk kebutuhan yang mendadak. Dalam kondisi yang mendadak, kata Puryadi, kebutuhan darah biasanya akan sangat meningkat.

“Darah itu biasanya untuk pasien yang cuci darah. Seperti yang gagal ginjal, mereka memerlukan transfusi darah sebanyak dua kali dalam satu minggu. Nah, itu tidak bisa ditunda. Terus juga untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak. Jadi untuk aman (stok darah, red) itu bisa dikatakan satu minggu ke depan,” imbuhnya.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Malang Enny Sekar menjelaskan ada sekitar 150 hingga 180 kantong darah yang digunakan setiap harinya. Untuk mengantisipasi kebutuhan darah tersebut, PMI Kota Malang biasa mendapatkannya melalui inisiatif pendonor maupun mobile unit (MU), seperti acara donor darah.

“Biasanya pendonor yang datang mendonorkan bisa sampai 120 kantong. Sisanya, kita dapat dari MU. Tetapi dengan adanya Covid-19 ini, jumlah stok darah dari MU agak menurun,” kata Enny.

PDDI merespons kebutuhan darah dengan menyelenggarakan acara “Ayo Donor Darah”di Sarinah Department Store, pada Senin pagi (14/6). Acara tersebut sekaligus bertujuan untuk memperingati Hari Donor Darah Dunia.

Enny berharap acara ini mampu mencapai target, yaitu 150 kantong darah. Menurutnya, tambahan 150 kantong darah cukup untuk persediaan selama dua hari.

“Antusias masyarakat bisa kita lihat sendiri, tinggi sekali, khususnya untuk di masa seperti ini,” ujar Enny.

Selain bisa mendonorkan lewat acara donor darah, Puryadi menyampaikan bahwa para pendonor juga bisa melakukan donor secara sukarela. Para pendonor bisa langsung mendatangi langsung kantor UTD PMI Kota Malang.

“Kalau mereka (para pendonor, red) sudah biasa atau sukarela, diharapkan mereka dua bulan sekali hadir atau datang mengunjungi kantor UTD PMI secara rutin. Biasanya PMI juga akan memberikan pemberitahuan lewat SMS bahwa sudah waktunya donor,” pungkas Puryadi.

Penulis: Abdi Rafi Akmal
Editor: Priska Salsabiila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.