Penampilan Color Guard di hadapan mahasiswa baru pada pelaksanaan Raja Brawijaya 2019. Foto: Priska

MALANG-KAV.10 Baru-baru ini pihak Rektorat Universitas Brawijaya menyarankan agar pelaksanaan RAJA Brawijaya (Rabraw) 2020 diundur hingga akhir tahun.  Meski begitu, menurut Wakil Rektor III Abdul Hakim, pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang orientasi mahasiswa baru.

“Disarankan mundur. Dan mundur itu bisa saja sampai November atau bulan Desember, dengan pelaksana tetap kepengurusan EM yang ada saat ini,” jelasnya saat ditemui awak Kavling10 pada Senin (16/5).

Walaupun belum ada keputusan tertulis, pihak rektorat memperkirakan kegiatan penerimaan mahasiswa baru tersebut bisa mundur hingga Desember 2020. Hal ini sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang masih belum mereda.

“Nanti kalau sudah forum Rektor menyepakati atau sudah ada arahan dari kementrian, Pak Rektor tentu akan segera memutuskan kapan pelaksanaan PK2MU Raja Brawijaya itu dilaksanakan,” imbuhnya.

Selagi menunggu arahan resmi, Abdul Hakim berpesan agar panitia Rabraw terus menyiapkan kegiatan dan berkoordinasi secara daring. Ia juga masih menanti apa rencana yang akan disiapkan oleh tim panitia untuk dipaparkan pada pihak rektorat.

“(Saya menunggu, Red), apa sih yang dipersiapkan ke depan walaupun waktunya belum ada tanggal yang pasti,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ketua Pelaksana Rabraw 2020, Daffa Anzunatama, mengaku pihaknya sudah melakukan perekrutan kepanitiaan. Proses perekrutan panitia dibuka mulai tanggal 6 Mei 2020. Nantinya, panitia juga akan menyiapkan beberapa opsi perihal teknis pelaksanaan acara.

“Jika kondisi berubah lebih cepat, misalnya bulan ini gitu kan, berarti teknis kemungkinan besar akan dilaksanakannya pun secara normal,” ungkapnya (14/5).

Menurut Daffa, pihak rektorat menginginkan agar Rabraw tetap dilaksanakan secara normal. Sehingga kemungkinan terburuk yang bisa diambil adalah pengunduran waktu pelaksanaan hingga akhir tahun.

“Jadi dari Rektorat diusahakan pengen (pelaksanaannya, Red) normal, karena ya mungkin gak tau ada satu dan lain hal yang diinginkan rektorat. Tapi tentunya dari kita semua kan juga menginginkan normal” pungkasnya.

Penulis: Zainal Mustofa
Editor: Priska Salsabiila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.