Ilustrasi: Nabila Marchela

MALANG-KAV.10 Surat edaran Nomor 10986/UN10/KM/2019 tentang Pelaksanaan Pemira dan Pemilwa Universitas Brawijaya Tahun 2019 menetapkan tanggal 20 November 2019 sebagai hari pemungutan suara. Pemungutan suara itu dilakukan secara serentak di lingkungan Universitas Brawijaya, UB Dieng, dan UB Kampus Kediri.

Kepastian tanggal tersebut tercapai setelah melalui sejumlah diskusi antara Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UB dengan Ketua Pemira dari pihak rektorat, Prasetyo Adi. Pras mengatakan, pihaknya bersama Wakil Rektor III sempat menawarkan Pemira dilaksanakan pada minggu pertama atau kedua bulan November. Namun, pihak mahasiswa yang diwakili oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UB menawarkan tanggal 27 November 2019.

“Kami mengajukan minggu pertama dan kedua (di bulan November, red), saya tidak menyebut tanggalnya. Tapi dari pihak mahasiswa hanya bisa maju seminggu dari tanggal yang ditawarkan. Akhirnya, semua Wadek III sepakvat tanggal 20 November itu Hari H-nya,” kata Pras yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi, ketika ditemui di ruangannya, Kamis (3/10).

Meski sudah ada tanggal yang disepakati sebagai hari pemungutan suara, setiap fakultas tetap berhak menyusun rangkaian acaranya sendiri. Masa pengambilan formulir di tingkat Pemira (Pemilihan Mahasiswa Raya) UB, misalnya, dilaksanakan tanggal 28-29 Oktober 2019. Sementara Pemilwa (Pemilihan Mahasiswa Wilayah) FMIPA dilaksanakan tanggal 23 Oktober-3 November 2019.

Ketua Pelaksana Pemilwa FMIPA Edwin Hasyim menjelaskan bahwa serentak yang dimaksud adalah hari pemungutan suara pada 20 November 2019. “Nah, untuk masalah fakultas yang belum membentuk (kepanitiaan, red) itu terserah dari mereka, tapi pokoknya pas pemilihannya itu tanggal 20 secara serentak,” papar Edwin.

Pada Pemira dan Pemilwa serentak tahun ini, sistem yang digunakan sama seperti tahun lalu, yakni e-vote. Aplikasi sitem e-vote berada di bawah tanggung jawab Wakil Rektor III dan TIK UB. Sehingga untuk memudahkan koordinasi, pihak rektorat dan mahasiswa memiliki kepanitiannya masing-masing.

“Sistem e-vote sendiri hampir sama seperti tahun lalu. Nah tapi bagaimana e-vote di tahun ini, baru akan disampaikan pada sosialisasi yang kedua untuk panlok (Panitia Lokal),” ujar Wakil Ketua Panitia Pelaksana Pemira UB 2019 Muhammad Farhan Azis.

Farhan menambahkan, potensi eror pada sistem e-vote tetap ada pada tahun ini. Namun, pihak panitia mahasiswa maupun rektorat akan bersama-sama untuk mengantisipasi hal tersebut.

Penulis: Abdi Rafi Akmal
Kontributor: Qaidah Rahmatika Rosida, Mila Febriyanti, Lydia Wahyuni
Editor: Ivan Yusuf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.