MALANG-KAV.10 Pemilwa Vokasi pada hari ini (20/11/19) berlangsung di Lobby Kantor Pusat Vokasi. Tahun ini panitia Pemilwa Vokasi menargetkan 2000 suara jauh lebih besar daripada tahun lalu, namun jumlah suara yang masuk masih jauh dari yang ditargetkan.

Dilihat dari data pemilwa tahun lalu, daftar pemilih Pemilwa Vokasi sebanyak 2778 pemilih menargetkan 700 suara yang masuk, namun hanya mendapat 658 suara masuk. Berbeda dengan tahun ini yang sampai mendapat 784 suara masuk dengan daftar pemilih 3676 pemilih. Suara yang masuk masih jauh dari target awal pantia pemilwa vokasi yang mengharapkan setidaknya ada 2000 suara.

Dari pihak panitia pemilwa, sudah dilakukan upaya untuk mencapai target dengan memaksimalkan sosialisasi sejak H-7 pengumuman daftar calon dengan mendatangi kelas-kelas dan melalui media sosial. Sosialisasi ini ditujukan untuk semua angkatan, namun lebih difokuskan kepada angkatan 18 dan 19 karena angkatan 17 sudah tidak ada perkuliahan normal di Vokasi.

Ketua Pelaksana Pemilwa Vokasi Dea Panca mengungkapkan alasan mengapa masih belum tercapainya target suara yang masuk. “Mungkin karena banyak yang syarat pemilihnya nggak lengkap menjadi salah satu kendala, untuk mahasiswa baru kan KTMS harus dengan foto asli kalau nggak ada foto ya pakai identitas lain berhubung maba itu banyak yang dibawah 17 tahun mungkin belum punya KTP dan identitas lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, angkatan 17 yang masih dalam proses magang juga sangat mempengaruhi kurangnya jumlah suara, karena banyak dari mereka tidak menggunakan hak pilihnya. “Sangat berpengaruh, yang pertama harus ada surat dispen dulu dari akademik ke kantor kalau ada acara ini, terus alasan karena jauh dari tempat magang yang mungkin di luar kota atau di luar pulau. Dan yang terakhir nggak ada temen juga bisa,” ujarnya

Selain itu juga masih banyak mahasiswa Vokasi yang memilih untuk golput. Ketua Pelaksana Pemilwa Vokasi juga sadar akan hal itu mengatakan, “Golputnya di Vokasi sangat-sangat bisa dilihat dengan jelas, contohnya aja dengan ini daftar pemilih tetap 3000 sekian terus sampai sekarang jam 3 aja berapa tadi 600 sekian, terus sisanya ya antara golput atau belum memilih”.

Menurut penuturan salah satu mahasiswa Vokasi yang memilih golput, ia merasa panitia kurang mensosialisasikan pemilwa. Ia kebingungan memilih calon karena kurang mengetahui visi-misi dari setiap calon. Debat terbuka yang menjadi sarana penyampaian visi-misi malah dilakukan pada jam-jam kuliah, kurangnya penjelasan soal alur pemilwa di vokasi, sampai ribetnya syarat pemilihan bagi mahasiswa baru.

“Saya harap panitia lebih memikirkan soal sosialisasi dan time managementnya. Kalau dari calon sudah baik, di media sosial pribadi tiap calon ditulis visi-misi,” pungkasnya.

Penulis: Qaidah Rahmatika Rosida
Editor: Gemilang Ayu Maulida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.