Infografik: Priska

MALANG-KAV.10 Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) UB 2019 mencapai 30 unit. Seluruh TPS tersebar di lingkungan kampus utama UB, UB Kampus Dieng, UB Kampus Kediri, hingga Rumah Sakit dr. Saiful Anwar. TPS akan digunakan secara serentak pada 20 November 2019 dengan menggunakan sistem e-vote untuk memilih EM UB, DPM UB, BEM Fakultas, DPM Fakultas, serta Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjadi satu-satunya fakultas yang menyelenggarakan kelima pemilihan secara serentak. Mayoritas fakultas lainnya memilih anggota legislatif dan eksekutif di tingkat pusat maupun fakultas. Sedangkan Fakultas Teknik (FT) hanya menyelenggarakan pemilihan untuk EM dan DPM UB.

Menurut data, dua kampus UB lain di luar kampus utama, UB Kampus Dieng dan UB Kampus Kediri masing-masing memiliki satu TPS. Jumlah TPS terbanyak dipegang oleh FEB dan Fakultas Kedokteran (FK) sebanyak 3 unit. Khusus di FK, salah satu TPS-nya yang berada di RSSA disediakan bagi mahasiswa angkatan 2014-2015 yang sedang mengalami koas.

“Kalau di FK, mahasiswa aktifnya ada yang profesi. Kita tetap menganggap yang profesi juga sebagai mahasiswa aktif yang memiliki hak pilih. Berarti kita harus bikin juga TPS untuk di RSSA,” ujar Abid Nizar Zuhdi selaku Ketua Pelaksana Pemilwa FK, Kamis (14/11).

Tidak hanya penetapan jumlah TPS di setiap fakultas, melainkan juga penetapan jumlah bilik suara per TPS. Setiap TPS memiliki jumlah bilik suara yang bervariasi antara 2 hingga 5 bilik suara.

Ketua Panpel Pemira UB Araffathoni Rizqi mengatakan, pihaknya akan meminjam bilik suara ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Ia mengaku belum tahu bahan bilik suara yang akan diberi nanti berupa alumunium atau kardus.

“Kita mengajukan bilik suaranya terbatas juga kan dari KPU,” kata Toni, “Gak tahu dikasihnya yang besi atau kardus, tapi diusahakan yang besi lah”.

Meskipun jumlah TPS dan bilik suara sudah ditetapkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai persiapan segala instrumen di TPS yang ada di fakultas, seperti meja, komputer, hingga bilik suara. Pemilwa Fakultas Peternakan (Fapet), misalnya, belum mendapat kepastian mengenai perlengkapan tersebut.

“TPS-nya ada satu (di Fapet, red), dan biliknya lima berjejer. Masalah nanti posisinya bagaimana, masih direncanakan. Soalnya biliknya juga belum datang. Meja dan komputer juga belum fix,” ujar Ketua Pelaksana Pemilwa Fapet Wilton Sirait, Jumat (15/11).

Sistem E-Vote

Sistem e-vote yang digunakan secara serentak di tingkat pusat dan fakultas membuat pihak-pihak terlibat berupaya menghindari kesalahan sistem pada saat hari pelaksanaan. Sehingga, menurut Toni, fakultas akan memiliki servernya masing-masing untuk setiap TPS-nya.

“Misalnya, di suatu fakultas ada dua TPS, apabila server 1 down di 1 TPS, maka masih bisa di TPS satunya lagi,” ujar Toni

Hal tersebut dimaksudkan agar ketika terjadi suatu permasalahan di satu TPS, maka tidak memengaruhi TPS lainnya. Ketua Panpel Pemira UB tersebut juga berharap ketika nantinya terjadi perbaikan server di satu TPS, TPS lain tetap dapat digunakan.

Oleh karena itu, proses koordinasi antara UPT TIK UB, PSIK setiap fakultas, panitia Pemira, serta Panitia Pemilwa masih terus berlangsung hingga kini. Kabarnya dalam waktu dekat akan ada pelatihan untuk Panitia Pemilwa terkait dengan sistem yang akan digunakan.

“Sehingga ketika hari-H terjadi suatu kesalahan di servernya, mereka (Panitia Pemilwa, red) bisa langsung menanganinya, tanpa harus tanya ke Panitia Pemira,” ujar Wakil Koordinator Acara Pemira UB, Raja Ade Romania.

Penulis: Abdi Rafi Akmal
Kontributor: Priska Salsabiila, Lydia Wahyuni
Editor: Abdi Rafi Akmal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.