Wakil Dekan III FISIP UB Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si. Foto: Yola

MALANG-KAV.10 Setiap fakultas memasang target yang bervariasi terkait dengan jumlah proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang akan dikirim pada PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) ke-33. Pada acara Sosialisasi PKM di Gedung Kebudayaan Mahasiswa, Senin (1/10), beberapa fakultas menargetkan 20 proposal hingga ada yang menargetkan 250 proposal.

Target ini tidak lain dan tidak bukan untuk mendukung Gerakan 1000 Proposal PKM yang resmi diluncurkan pada 22 September 2019. Minimnya jumlah proposal terkirim pada PIMNAS ke-32 melecut semangat UB untuk meningkatkan jumlah proposal terkirim pada tahun ini.

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) menjanjikan akan ada 100 proposal terkirim. Ketua Umum Agritech Research and Study Club (ARSC) FTP, Adi Rahmanto Wibowo, sangat yakin target tersebut pasti tercapai, hanya saja ia menginginkan adanya peningkatan kualitas.

“Untuk FTP sendiri targetnya 100 proposal. Nah, kenapa hanya 100 proposal? Karena memang kami lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas, harapannya setidaknya bisa 80 persen dari proposal tersebut didanai (lolos pendanaan, red),” jelasnya.

Selain FTP, FISIP juga menargetkan 100 proposal pada tahun ini. Target ini termasuk cukup tinggi mengingat setiap tahunnya, jumlah proposal terkirim serta proposal yang lolos pendanaan masih sangat minim. Pada tahun lalu saja, hanya ada tiga tim dari FISIP yang lolos pendanaan.

“Ini sebenarnya juga sudah jadi bahasan kita ya. Mereka (mahasiswa FISIP, red) itu sering menganggap bahwa PKM ini adalah hal yang sulit. Dan kita sudah tahu realitanya teman-teman FISIP ini cenderung suka lomba seperti debat, MUN (Model United Nation), kewirausahaan, dan lain-lain.,” kata Ketua Umum Badan Riset Ilmu Sosial (BARIS) FISIP, Andre Dwi Prasaja.

Meski begitu, Andre optimis target 100 proposal dapat tercapai. Menurutnya, antusiasme di FISIP mulai terlihat dari jumlah proposal PKM yang masuk dari mahasiswa baru. Strategi khusus pun dipersiapkan bersama Wakil Dekan III FISIP untuk bisa mencapai target tersebut.

“Waktu itu kita (BARIS, red) dipanggil oleh Pak Muwafik, Wadek III, dan diinstruksikan membuat gerakan tersendiri. Lalu kita sudah bkin plan bersama teman-teman, kita bikin tim yang namanya Jawara FISIP,” ungkapnya.

Wakil Dekan III FISIP Akhmad Muwafik Saleh sama optimisnya dengan Andre. Ia memaparkan sejumlah cara yang diterapkan untuk mencapai target tersebut.

“Pertama kita meminta agar dosen itu bisa melakukan yang kita sebut dengan konversi tugas mata kuliah jadi proposal PKM. Kita juga minta kepada setiap jurusan mengirimakn minimal 20 proposal. Di setiap jurusan nanti ada koordinator kemahasiswaan,” paparnya.

Tidak hanya itu, Muwafik juga mewajibkan penerima beasiswa Bidikmisi dan PPA (Peningkatan Prestasi Akademik). “Mengapa? Karena untuk Bidikmisi, kita ini punya tanggungjawab untuk melakukan pembinaan. Tidak hanya Bidikmisi, tapi memang harusnya pada semua penerima beasiswa,” jelasnya.

Dari data awal yang dihimpun, total target proposal PKM dari seluruh fakultas berjumlah 1301 proposal. Fakultas Teknik memegang target proposal tertinggi dengan 250 proposal. Sementara itu, UB Kediri hanya menargetkan 20 proposal. Empat fakultas lain, seperti Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Pertanian, dan Vokasi, belum memberikan targetnya.

Penulis: Abdi Rafi Akmal
Kontributor: Zainal Mustofa, Yolanda Siahaan, Ranti Fadilah
Editor: Debbie Julia Gibson

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.