MALANG-KAV.10 Sehubungan dengan stigma negatif tentang Fakultas Hukum (FH) terkait ospek yang mudah, tahun ini untuk mengusir stigma tersebut panitia PKK Maba FH memberlakukan peningkatan kedisiplinan. Upaya yang dilakukan yaitu dengan pemberian aturan rambut 2-4-2 bagi maba putra yang berlaku selama rangkaian ospek berlangsung.

Ketika ditemui Senin (12/08), Ketua Pelaksana PKK Maba FH M.Rafi Faried Karim membeberkan hal tersebut sebagai bentuk dari keseragaman bagi para Maba FH, “Yang pertama terkait keseragaman, tetapi dibalik itu kita ingin memberikan pesan bahwa sebenarnya itu terkait dengan stigma bahwa ospek FH ini serius dan santai, tapi juga tidak terlalu santai hingga digampangkan,” ujarnya.

Pengawasan dalam aturan keseragaman ini dilakukan dengan pengecekan detail rambut menggunakan penggaris oleh panitia Disiplin Mahasiswa (Disma). Jika tidak sesuai dengan ketentuan, maka maba akan diberikan peringatan dan pemisahan barisan. Bagi maba yang masih melanggar di hari kedua, langsung dilakukan eksekusi pemotongan asal oleh Disma.

“Para pelanggar kita suruh berdiri dan langsung di eksekusi. Ada sekitar enam maba yang rambutnya kami potong asal, ” ujar Rizki Wijayanti selaku Koordinator Acara.

Diakui oleh Amrinadhif Akbar Rosyada selaku Koordinator Monitoring dan Evaluasi (Monev), adanya peraturan tersebut juga menuai perbedaan pendapat. “Sempat menuai pro dan kontra dari para dosen, karena menurut mereka hal itu dianggap sebagai hal yang tidak terlalu penting,” ujarnya.

Meski begitu, adanya peraturan ini mendapat respon positif bagi Zaki salah seorang maba FH, ia mengatakan hal tersebut dinilai berdampak baik untuk meningkatkan kedisiplinan bagi maba. “Adanya peraturan itu baik aja biar rapih, yang namanya rambut nanti juga tumbuh lagi dan kalau untuk kerapihan kenapa enggak sih?,” tuturnya.

Penulis: Silvi Wira
Editor: Gemilang Ayu Maulida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.