MALANG-KAV.10 Kehadiran penjual penugasan ospek mengiringi PKK Maba UB tahun ini. Penjual penugasan ospek bahkan sudah membocorkan penugasan PKK Maba Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) terlebih dahulu sebelum diumumkan ke mahasiswa baru. Namun Pihak panitia menyiasati dengan cara merevisi penugasan baru.

Ketua Pelaksana PKK Maba FISIP Hasbiyallah Amartya mengakui bahwa panitia PKK Maba FISIP telah mengantisipasi bocornya penugasan ke maba, “Makanya kita untuk menyiasati itu (dengan cara, red) setelah launching, kita lihat apa barang bawaan yang sekiranya dia post gitu kan. Ada revisi di kita untuk menYiasatinya. Misalkan dia sudah mengeluarkan penugasan buku, nanti dari kita direvisi. Kita ganti bentuknya, warnanya. kurang lebih seperti itu sih. Itu secara mendadak jadi penjualnya juga tidak siap,” tuturnya.

Bocornya penugasan juga diindikasikan berasal dari besarnya jaringan penjual penugasan ospek. Tidak pula terlepas dari peran panitia PKK Maba sendiri yang terlibat di dalamnya, “kayaknya orangnya mempunyai jaringan luasdan dia pasti punya bawahan-bawahan yang masuk di dalam kepanitiaan. Kenapa pada akhirnya bisa ketahuan duluan, saya sih mikirnya begitu,” lanjut Hasbiyallah.

Menanggapi perihal ini, Kepala Humas UB Kotok Gurito juga mengatakan pihak kampus tidak masalah mengenai penjual penugasan PKK Maba. Menurutnya, selama penjualan dilakukan di luar kampus, pihak UB tidak bisa menghalangi. “Mereka kan tahu-tahu menyediakan perlengkapan gitu. Mungkin dari mahasiswanya sendiri ada yang tidak sengaja memberitahu lalu ditangkap oleh warga sekitar sini. Tapi itu musiman kok. Sejak zaman saya kuliah juga sudah ada yang seperti itu,” tambahnya.

Penulis: Priska Salsabiila
Editor: Oky Prasetyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.