MALANG-KAV.10 Sebanyak 1200 mahasiswa baru mengikuti PKK Maba FIA tahun ini. Kenaikan jumlah mahasiswa tersebut bukan tanpa alasan. Hal ini didasari oleh kebijakan dari Rektorat untuk menutupi jumlah kuota maba yang di tahun sebelumnya tidak melakukan daftar ulang.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Mohammad Rozikin mengatakan bahwa penambahan kuota mahasiswa dibuat agar jumlah mahasiswa FIA tidak berkurang banyak, “Karena tahun lalu yang tidak daftar ulang ada 20%. Jadi kebijakan rektorat untuk mengantisipasi dengan menambahkan 10-15% dari semua kuota, nantinya apabila terjadi lagi tetapan kuota jumlah mahasiswa yang diterima di UB itu tidak berkurang banyak,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua pelaksana PKK Maba FIA Imaduddin Al Azzam mengungkapkan bahwa  penambahan maba FIA murni dari Rektorat, “Dari kebijakan rektorat. Jadi fakultas tidak bisa mengganggu gugat atau bertindak sesuatu tentang itu,” pungkasnya.

Dari pihak Fakultas pun tidak keberatan dengan kebijakan ini. Bahkan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Mohammad Rozikin mengakui hal itu, “Alhamdulillah kami juga mengukur dari kemampuan. Daya tampung kami itu dari dosen 1:30 atau 1:26 masih proposional. Dari ruangan masih mencukupi,” tuturnya.

Sedangkan Ketua pelaksana PKK Maba FIA menuturkan bahwa panitia PKK Maba sempat terkejut dengan peningkatan jumlah maba, “Dari panitia sendiri sempat shock. Kaget. Awalnya kita tidak merasa akan mencapai seribu dan juga dikatakan dari dekanat tapi ternyata mencapai seribu. Tapi kita juga udah siap-siap insyaAllah,” ujarnya ketika ditemui awak kavling. Ia juga menambahkan bahwa hal ini tidak mempengaruhi persiapan panitia, “Untuk kondisi panitia sama sekali tidak ada perubahan saat mahasiswa baru telah masuk, tetap menyesuaikan kondisi. Seperti ketika pleton yang disiapkan ada 33 tinggal dibagi aja mahasiswanya masuk ke tiga pleton.” Jelasnya.

Penulis: Qaidah Rahmatika
Editor: Triska Kharisma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.