WR II beserta jajaran stafnya melakukan rapat dengan pihak mahasiswa di ruang WR II, Senin (01/04) sore kemarin, Foto: Abdi

MALANG-KAV.10 Perwakilan dari Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (AMARAH Brawijaya) melakukan pertemuan lanjutan dengan Wakil Rektor II Gugus Irianto di ruang WR II, Senin (01/04) sore kemarin. Hasil pertemuan tersebut menyepakati aturan ojek dalam jaringan (daring) baru bisa berlaku efektif mulai minggu depan.

Kesepakatan itu dibuat lantaran pihak mahasiswa dan jajaran staf WR II ingin menentukan terlebih dahulu titik-titik dropzone di UB. Kedua pihak masih harus melakukan tinjauan lapangan bersama untuk melihat lokasi yang layak dijadikan dropzone.

“Baik, kesepakatan kita ojek daring (bisa masuk, red) efektik mulai senin depan (08/04). Insyallah besok (selasa) kita sambil menyusun titik-titik itu dan seterusnya. Siapa tahu senin ternyata sudah ada yang jadi dropzonenya,” kata Gugus.

Baca juga: UB Larang Transportasi Online Masuk Kampus 

Pihak mahasiswa sebelumnya sudah mengajukan delapan titik dropzone ketika pertemuan. Hanya saja, Gugus enggan memutuskan terlalu dini. “Tadi ada usulan delapan dropzone. Tapi ini akan diputuskan bersama tergantung tinjauan lapangan besok. Bisa ada 8, bisa lebih, bisa kurang juga. Intinya sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.

Pasca pertemuan tersebut, Presiden BEM FMIPA Ghozi Zhorif Althof menyatakan akan melakukan survei lapangan selama waktu satu minggu hingga ojek daring diperbolehkan masuk.

“Pihak rektorat itu awalnya ingin mahasiswa yang menentukan dulu dropzonenya seperti apa. Baru nanti birokrasi bersama mahasiswa akan turun lapangan untuk mengecek kelayakan usulan dropzone dari mahasiswa,” jelas Ghozi.

Menurut Ghozi, pengecekan tersebut nantinya akan mempertimbangkan beberapa aspek kebutuhan. Pertama, sudah mencakup jangkauan beberapa fakultas di sekitarnya. Kedua, aspek kenyamanan ketika mengantar dan menjemput penumpang. Terakhir, tidak membuat kemacetan.

Baca juga: Rektor Kabulkan Tuntutan Mahasiswa, Ojek Daring Diperbolehkan Kembali Masuk UB 

Ia juga menjelaskan, hasil pertemuan dengan WR II akan disosialisasikan oleh seluruh BEM yang tergabung dalam AMARAH Brawijaya. Sebelas BEM Fakultas yang tergabung antara lain, BEM FMIPA, BEM FH, BEM FK, BEM FKH, BEM FEB, BEM FIA, BEM Fapet, BEM FP, BEM Filkom, BEM FIB, dan BEM Vokasi.

Ghozi menilai pertemuan tersebut bisa jadi langkah awal antara birokrasi dan mahasiswa untuk bersama-sama merumuskan kebijakan yang melibatkan mahasiswa. Ia sendiri tidak menyangka pihak rektorat akan terbuka kepada mahasiswa.

“Adanya hubungan yang seperti ini dari pihak mahasiswa dan pihak birokrasi sebenarnya membuka pikiran bahwa pihak birokrasi tidak melulu tertutup kepada mahasiswa,” tutup Ghozi.

Baca juga: Pihak Mahasiswa: Hasil Audiensi Kebijakan Stiker Belum Memuaskan 

Penulis: Abdi Rafi Akmal
Editor: Oky Prasetyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.