Kontingen FTP merayakan kemenangan dengan foto bersama pada penutupan Rektor Cup 2019 di Gedung Samantha Krida, Sabtu (30/03) kemarin malam. Foto: Abdi

MALANG-KAV.10 Sorak-sorai pendukung dan kontingen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) menggema pada penutupan Rektor Cup 2019 di Gedung Samantha Krida, Sabtu (30/03) kemarin malam. Raihan 4 Emas, 3 Perak, dan 1 Perunggu meresmikan FTP sebagai juara umum pada perhelatan Rektor Cup 2019.

Bagi Dimastyaji Ketua Pelaksana Tim Sukses Rektor Cup FTP, persiapan yang dilakukan  sejak semester satu membuahkan hasil yang maksimal. Ia menjelaskan proses penyeleksian bermula dari Pekan Ilmiah Mahasiswa Baru (PIMBA) pada semester satu, kemudian berlanjut pada tahap seleksi Rektor Cup tingkat fakultas pada semester satu akhir.

“Kalau untuk persiapan, kami itu yang paling awal sih dari semua fakultas. Kami mulai persiapan dari Januari. Jadi ketika semua orang di FTP libur, mahasiswa baru yang terpilih sudah masuk dan mulai latihan untuk presentasi, pembuatan proposal, pembuatan atribut, dan sebagainya sih,” jelasnya.

Hasil yang diperoleh FTP pada Rektor Cup 2019 ini menurut Dimas juga sesuai dengan target awal. Ia mengatakan targetnya untuk merebut kembali juara yang sebelumnya dipegang oleh Fakultas  Teknik.

Salah satu tim penyumbang emas bagi FTP di bidang PKM Kewirausahaan (PKM-K) membeberkan proses yang mereka lalui menuju Rektor Cup. “Awal tim kita terbentuk itu waktu masih PK2MABA. Untuk proposalnya kita buat ketika mengikuti PIMBA pada Desember 2018. Kalau untuk persiapan Rektor Cup sendiri, terhitung tiga bulan sejak Januari,” ujar Faiqotul Jannah, salah satu anggota tim.

Meski begitu, Siti Zahra ketua tim tidak menyangka kalau mereka bisa menyabet emas. Zahra menjelaskan, produk yang ditawarkan oleh timnya diberi nama Skin Act, sebuah inovasi perawatan kulit berbahan singkong untuk meningkatkan harga jual singkong dan mengatasi masalah kulit yang diakibatkan oleh polusi udara.

“Kalau dari produk kita sendiri, sebenarnya sudah ada di pasaran, tapi kita buat dari bahan yang lain. Dan kita gak nyangka banget dengan tanggapan juri yang suka banget sama produk kita,” ungkapnya.

Zahra dan empat anggota tim lainnya menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan penelitian sampai ke PKM Dikti. Ia juga menyampaikan akan bertahan dengan tim yang sama. “Selain kita berlima, gak ada yang tahu Skin Act itu apa. Jadi tidak ada yang bisa menggantikan (anggota tim, red),” pungkasnya.

Di posisi tiga besar, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Fakultas Hukum (FH) berturut-turut menjadi peringkat dua dan tiga. FPIK memperoleh 4 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Sedangkan FH memperoleh 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Penulis: Abdi Rafi Akmal
Editor: Aprilia Tri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.