Foto: Lampung Post

Oleh Silvi Wira Uswatun Hasanah (Mahasiswi Pendidikan Jepang 2018)

Ibu
Terdiamku sejenak dalam renungan kala
Memikirkanmu yang nan jauh di sana
Perempuan yang mulai renta dimakan usia
Yang berwujud dalam sosok sederhana

Ibu
Kala aku kecil kau gendong aku
Kau timang aku dalam dekapan cintamu
Kau ajari aku semua hal yang tak pernah kutahu

Ibu
Kala itu aku tak paham bagaimana pengorbananmu
Tak pernah kau lihatkan pula bagaimana suka dukamu
Peluh banyak menetes di keningmu
Namun tak sedikitpun kau mengeluh

Ibu
Cintamu tak pernah surut
Kala kau lelah kau genggam tanganku lembut
Kau bisikkan kata-kata agar aku tetap kuat menjalani hidup

Ibu
Kaulah langitku
Tempatku bernaung dan mengadu
Tak perduli berapa banyak kata yang menyakitimu
Kau tetap menyayangiku

Ibu
Ingin kupeluk tubuh tua nan ringkihmu
Mendekapmu erat dan membisikkan kata terima kasihku padamu
Mengucapkan rasa syukur atas hadirnya dirimu di hidupku

Ibu
Andai kupunya banyak waktu untuk bersamamu
Kupastikan aku kan selalu berbakti padamu
Meskipun baktiku takkan pernah cukup tuk membalas jasamu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.