Partisi pembatas antar kelas FP roboh (19/02), Foto: Aegis


MALANG-KAV.10 Peristiwa rubuhnya partisi pembatas antar kelas yang terjadi di Gedung Sentral Fakultas Pertanian (FP) UB, selasa dua pekan lalu (02/19) sempat membuat heboh mahasiswa FP.  Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.10 WIB ketika hujan lebat disertai angin melanda Kota Malang. Hilangnya salah satu bagian jendela kelas menyebabkan angin masuk, merobohkan partisi pemisah ruang kelas 4.1 dan 4.2. 

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Dadang sebagai petugas pelayan kelas, “Hujan angin itu kan karena jendela yang sebelah sini (belakang tengah, red) dibuka,” ujarnya.

Baca juga: Ruang Kuliah FIB Roboh Sabtu Dini Hari 

Rusaknya jendela ruang kelas 4.1 yang membuat angin masuk sebenarnya sudah dilaporkan oleh Dadang ke bagian umum, “Dulu saya sudah melaporkan itu (jendelanya, red) kaca jendela itu jatuh, saya minta ganti baru. Pengajuan, laporan ke umum pengajuan tapi lama. Ya saya biarkan. Pengajuannya sudah, pokoknya saya sudah melaporkan,” ujarnya.

Hal yang berbeda diungkapkan oleh Widodo, selaku Kepala Tata Usaha FP UB. Ia menuturkan bahwa sejauh ini, belum ada laporan mengenai kerusakan fasilitas yang sampai kepadanya. “Itu teman-teman (mahasiswa, red) yang lebih tahu daripada saya waktu ada ini (jendela jatuh, red). Saya tidak tahu, kalu ada teman-teman yang tahu, dilaporkan ke saya. Saya urus!” tandasnya.

Ia mengakui bahwa partisi pembatas kelas yang rubuh agak tipis dari yang seharusnya. “Kalau saya kemarin itu sempat ke kelas, sekatnyakan dari partisi itu yang roboh memang agak tipis dibanding yang seharusnya. Saya sempet ngobrol juga itu memang digantinya sama yang lebih tebal, jadi sebelumnya memang lebih tipis,” ujarnya

Peristiwa ini memengaruhi penjadwalan kelas. Petugas pelayan kelas lantai 4 dan 5 harus segera mencari ruang kelas kosong agar kegiatan perkuliahan bisa berjalan dengan normal.

Baca juga: Air Macet, Kegiatan UKM Terganggu 

“Ya daruratnya itu (kelas, red) dicarikan solusi pengganti, nanti tempat-tempat yang jadwalnya kosong-kosong itu dipindah,” ujar Dadang.

Sebagai petugas pelayan kelas, ia kaget mendengar kejadian robohnya partisi pemisah kelas. “Saya juga waktu itu kaget, baru kali ini ada,” ujarnya dengan heran.

Penulis: Octavio Aegis
Editor: Oky Prasetyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.