Pelantikan Wakil Rektor dan Pejabat lainnya digelar di Samantha Krida, Senin (04/02) lalu. Foto: Rinto

MALANG-KAV.1O Dalam pelantikan Wakil Rektor dan pejabat lainnya, Nuhfil Hanani menargetkan World Class University jadi bagian dari Rencana Strategis Universitas pada kepengurusannya yang kemudian menjadi tantangan utama di kemudian hari.

“Tantangan utamanya dua, pertama menjadi universitas kelas dunia, kemudian menjadi perguruan tinggi yang mandiri (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, red) itu tantangannya ke depan” ujarnya dalam acara yang digelar di Samantha Krida, Senin (04/02) lalu.

Ternyata hal itu juga sudah dikomunikasikan dengan Tim Mahasiswa yang dibentuk, ia mengungkapkan bahwa dia sudah berdiskusi dengan mahasiswa terkait isu PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, red).

“Sudah oke-oke semua, sudah ada pertemuan. Cuma mari kalau mau ada pertemuan lagi. Ayo, gak ada masalah,” ungkap Nuhfil ketika ditanya terkait Tim Mahasiswa.

Baca juga : Mahasiswa Dukung Delegasi Tolak PTN-BH 

Senada dengan Nuhfil, Wakil Rektor baru bagian Keuangan yang baru saja dilantik, Gugus Irianto mengatakan optimis terkait program kerja rektor. Dalam posisinya sebagai wakil rektor, ia berjanji memprioritaskan amanah dari rektor.

Infrastruktur Kelembagaan Kampus PTNBH

Terkait isu yang beredar terkait kenaikan UKT jika sudah PTNBH Gugus belum membicarakannya dengan rektor terkait hal itu. Fokus utama darinya adalah pembenahan di aspek kelembagaan.

“Mengenai kenaikkan UKT, saya belum bisa bicarakan, karena satu dan lain hal. Yang terpenting adalah kita akan melakukan pembenahan di aspek kelembagaan dan itu prosesnya panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 4 Bidang Perencanaan dan Kerjasama dua periode, Sasmito Djati dalam perencanaan kampus yang otonom ingin mempertajam semua perencanaan yang ada. Ia membuat sistem Balance Score Card.

“Kita akan membuat sistem yang saya sebut sebagai balance scorecard, jadi semua itu terukur dengan jelas, dengan goal yang jelas, dengan mindset yang benar, itu yang tidak mudah,” ungkapnya.

Tidak hanya sampai disitu, Sasmito Djati mengharapkan kampus saat menjadi PTNBH, dapat melahirkan inovasi-inovasi baru. Ia juga mengungkapkan metode kampus otonom ke depan. Yakni mengubah mindset melakukan upaya inovasi baru maupun paten baru.

Persoalan Pajak Kampus PTNBH

Menilik persoalan pajak pada kampus PTNBH, Sasmito Djati mengatakan bahwa itu tidak ada permasalahan. Soal pajak tanah universitas Sasmito Djati mengaku bebas dari pajak.

“Pajaknya itu milik badan hukum. Jadi kita gak ada masalah, kita gak perlu sekarang berpikir membeli tanah baru. Kalau tanah untuk yang ada sekarang ini milik negara semua, bebas dari pajak,” lugasnya.

Baca juga : Dokumen Telah Dikirim, UB Nyatakan Kesiapan Menjadi PTN-BH 

Sasmito Djati juga berbicara terkait bagaiamana perundang-undangan yang mengatur terkait kampus menjadi PTNBH, yang  menurutnya permasalahannya tidak sederhana. Permasalahannya terletak di keuangan, semua keuangan harus mengikuti Kementrian Keuangan.

“Itu permasahalannya tidak sederhana, ada permasalahan hukum di PTNBH. Pertama undang-undang keuangan, yang di bawah koordinasi kemenkeu. Semua keuangan itu harus mengikuti kemenkeu. Terus ada undang-undang tentang PTNBH, semua mengikuti itu. Ada yang tidak sinkron antara kemenkeu. Itu permasalahannya, dan itu tidak mudah,” paparnya.

Penulis: Rinto Leonardo S & Muhammad Ghani Makarim
Editor: Oky Prasetyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.