Seorang Juru Parkir FPIK sedang menunjukkan Kartu Parkir di Zona Parkir 19. Foto: Abdi

Malang-Kav.10 Menjelang awal perkuliahan semester baru, sistem kartu parkir dan stiker mulai diberlakukan kembali di Universitas Brawijaya (UB). Ketika ditemui (16/01) di Gedung Rektorat, Wakil Koordinator Perparkiran UB Muhammad Choiri menjelaskan penerapan kembali sistem tersebut setelah mengevaluasi kondisi perparkiran di tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau kartu itu sudah mulai berlaku Senin kemarin, tanggal 14 Januari. Sedangkan stiker baru diberlakukan tanggal 22 Januari. Atau paling lambat (diberlakukan, red) awal Februari,” tuturnya.

Walaupun dirinya mengatakan sudah diberlakukan sejak Senin (14/01) kemarin, baru sejumlah zona parkir saja yang sudah menerapkan sistem ini. Salah satunya di wilayah parkir Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) atau Zona Parkir 19. Juru Parkir FPIK Emat membenarkan hal tersebut.

“Ini (kartu parkir, red) sudah mulai sejak Senin kemarin,” ujar Emat ketika ditemui di wilayah parkir FPIK.

Emat mengatakan, kartu parkir ini diberikan ke setiap kendaraan mahasiswa yang masuk ke wilayah parkir tersebut. Ketika kendaraan tersebut hendak keluar, kartu parkir dikembalikan lagi ke juru parkir yang berjaga.

Menurut Choiri, kartu parkir berfungsi sebagai bukti bahwa mahasiswa memang memarkirkan kendaraannya di tempat parkir tersebut. Seandainya terjadi kehilangan, kartu parkir juga akan memudahkan proses administrasi pelaporan kehilangan ke pihak berwajib.

“Selama ini mahasiswa mengaku kehilangan di tempat parkir tertentu. Setelah kita telusuri, ternyata mahasiswa lupa naruh. Kalau ada kartu parkir, kan bisa jadi bukti bahwa mahasiswa memang parkir di lokasi tersebut,” ujarnya.

Mahasiswa hanya bisa mendapatkan kartu parkir apabila parkir di tempat parkir resmi yang memiliki juru parkir. Setiap tempat parkir resmi (zona parkir) memiliki warna kartu dan nomor seri yang berbeda.

Selain sistem kartu parkir, penerapan stiker pada kendaraan yang memasuki UB juga mulai diberlakukan dalam waktu dekat ini. Choiri menyebutkan stiker hanya dibagikan kepada mahasiswa dan dosen. Bagi karyawan dan tamu berkepentingan memiliki kartu khusus agar bisa memasuki UB.

“Kalau tidak punya kepentingan, tidak bisa masuk,” jelasnya.

Rencananya, setiap fakultas melakukan koordinasi dengan mahasiswanya terkait sosialisasi dan pengambilan stiker. Pihaknya akan membantu sosialisasi melalui pemasangan baliho-baliho mengenai informasi terkait yang segera dilaksanakan minggu depan.

“Nanti pengarahannya ada di setiap fakultas mengenai bagaimana mendapatkannya, aturan mainnya, pokoknya itu sudah dengan fakultas semua,” ujarnya.

Pemberlakuan stiker ini berdampak pada pembatasan akses bagi kendaraan-kendaraan yang tidak memiliki kepentingan. Termasuk transportasi online yang tidak bisa melakukan antar-jemput di dalam wilayah UB.

“Tidak bisa. Jadi dropnya di depan gerbang masuk,” pungkasnya.

 

Penulis: Abdi Rafi Akmal

Kontributor: Triska Kharismaningrum

Editor: Debbie Julia Gibson

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.