Suasana TPS Fakultas Hukum saat pemungutan suara selesai dilaksanakan (5/11).

MALANG-KAV.10 Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa) BEM Fakultas Hukum (FH) tahun 2018 yang dilakukan hari ini (5/12) di Lobby Gedung B FH mengalami perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan rutin tahunan ini biasanya dilakukan dengan memilih satu calon dari beberapa calon yang ada, namun dikarenakan hanya ada satu calon maka ditetapkan secara aklamasi. Ketua Komisi Perundang-undangan DPM FH Syafiq Ramdhani membenarkan adanya aklamasi pada Pemilwa FH tahun ini.

“Memang benar ada SK Komisi Pemilihan Mahasiswa FH bahwa calon presiden BEM dipilih secara aklamasi, tapi cara pencapaiannya tetap dengan pemilihan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa peraturan Pemilwa di FH belum mengatur tentang mekanisme calon tunggal, sehingga DPM melakukan rapat bersama dengan Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM), kemahasiswaan, serta dekanat. Dari rapat tersebut telah diputuskan untuk aklamasi dengan mempertimbangkan waktu dan biaya.

Senada dengan hal tersebut Shella Ketua Pelaksana Pemilwa FH 2018 mengungkapkan bahwa baru tahun ini FH mengalami aklamasi dalam pemilihan calon presiden BEM dan wakil ketua presiden BEM.

“Ini sejarah pertama di FH karena hanya ada satu pasangan calon presiden dan wakil presiden BEM,” ungkapnya saat diwawancara Awak Kavling10 pada Jumat (30/11) lalu.

Menurut Calon Presiden BEM Sandy Abdillah Nawawi bahwa hal tersebut terjadi karena adanya kesalahan dari bakal paslon sendiri.

“Berkas saya tidak disertai materai, namun KPM memberikan waktu tambahan untuk merevisi. Nah kalau calon satunya ini yang akhirnya gagal untuk nyalon itu dikarenakan nama calon wapresnya itu tidak ada di daftar nama calon wapres waktu dia mengambil berkas, dan di hari sebelumnya ia mengambil form calon DPM. Jadi dalam Undang-Undang Pemilwa itu bahwa capres BEM FH ini harus mengembalikan berkas bersamaan dengan cawapres, sedangkan cawapres ini tidak ada namanya. Sehingga otomatis KPM menolak karena itu memang sudah cacat formil dalam artian Undang-Undang pun sudah dilanggar, jadi KPM tidak akan mentolerir kesalahan itu,” jelas mahasiswa FH angkatan 2016 itu. (gem/ kia/lia)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.